Ringkasan Berita:
- Taruno Tanoyo (84), abdi dalem Pura Pakualaman, tiba di Makkah untuk menunaikan ibadah haji 2026.
- Biaya haji dikumpulkan dari tabungan bekerja sejak 1965 dan hasil menjual 50 ekor kambing.
- Mbah Taruno merupakan salah satu jemaah lansia tertua dari Kloter 1 Embarkasi Yogyakarta (YIA 1).
- Jemaah asal Kulonprogo ini kini bersiap melaksanakan umrah wajib di wilayah Misfalah, Makkah.
Makkah (beritajatim.com) – Taruno Tanoyo (84), seorang abdi dalem Pura Pakualaman Yogyakarta, mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji 2026 setelah menabung sejak tahun 1965 dan menjual 50 ekor kambing peliharaannya. Jemaah lansia asal Kulonprogo ini tiba di Kota Suci Makkah pada Kamis (30/4/2026) setelah menuntaskan rangkaian ibadah di Madinah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, Mbah Taruno tampak semringah dan bugar saat ditemui di Al Asalah Al Bakkiyah Hotel, wilayah Misfalah. Meski harus menggunakan bantuan tongkat kayu untuk mobilitas jarak dekat, semangatnya tidak surut untuk menyelesaikan rukun Islam kelima bersama istrinya, Ny Sumarni (56).
Modal ‘Niat Ingsun’ Menuju Baitullah
Perjalanan Taruno menuju Tanah Suci merupakan buah dari kesabaran panjang. Sebagai abdi dalem dengan pendapatan yang tidak seberapa, ia disiplin menyisihkan uang setiap hari dalam jumlah yang tidak menentu. Tekadnya semakin kuat setelah menunaikan ibadah umrah pada 2018 silam.
Untuk melunasi biaya haji, Taruno mengambil keputusan besar dengan menjual seluruh hewan ternak yang ia pelihara. ‘’Ya sudah usia tua ini akikahan, karena mampunya baru sekarang,’’ ungkap Sumarni menceritakan wujud syukur mereka yang juga menyembelih kambing untuk akikah sebelum berangkat.
Kepada tim Media Center Haji, Taruno membagikan prinsip sederhananya dalam menjemput panggilan Allah. ‘’Saya itu modalnya niat ingsun, bismillah budhal (saya itu modalnya demi Gusti Allah, Bismillah berangkat haji),’’ tuturnya dengan logat Jawa yang kental.
Pengabdian Sejak Usia 24 Tahun
Mbah Taruno mulai mengabdi di Pura Pakualaman sejak tahun 1965, saat usianya masih 24 tahun. Selama puluhan tahun, ia membagi waktu antara pengabdian di kraton dan mengurus ternak di rumahnya. Ekonomi keluarga juga terbantu oleh kegigihan Sumarni yang berjualan nasi bungkus dan gorengan di Pantai Glagah Yogyakarta setiap akhir pekan.
Kini, pria yang telah memiliki 10 cucu dan 25 buyut tersebut hanya memohon kekuatan fisik agar dapat mengikuti seluruh rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). ‘’Nyuwun donga mugi kiat nindakaken haji sak menika (mohon doa semoga diberi kekuatan bisa menjalan haji tahun ini),’’ katanya.
Persiapan Ibadah di Misfalah Makkah
Setelah menempuh perjalanan darat selama tujuh jam dari Madinah, Mbah Taruno dan rombongan Kloter YIA 1 dijadwalkan melaksanakan umrah wajib pada Kamis (30/4/2026) malam pukul 22.00 waktu Arab Saudi. Petugas Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan bahwa kondisi kesehatan Mbah Taruno terus dipantau oleh tim medis kloter mengingat statusnya sebagai jemaah lansia risiko tinggi (risti).
Layanan Haji 2026 yang mengusung tema “Haji Ramah Lansia” memberikan kemudahan bagi jemaah seperti Mbah Taruno, termasuk penempatan hotel di wilayah Misfalah yang memiliki akses transportasi bus Shalawat 24 jam menuju Masjidil Haram. Harapan Mbah Taruno tetap sederhana, yakni diberikan kesehatan agar hajinya mabrur dan kelak mendapatkan tempat terbaik di surga. [ian/beq]






