Ringkasan Berita:
- Sebanyak 62.193 jemaah haji Indonesia dari 159 kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga Jumat (1/5/2026).
- Tercatat lima jemaah wafat dan 42 jemaah lainnya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi.
- Kemenhaj mengancam akan mencabut izin KBIHU yang nekat menyelenggarakan kegiatan di luar prosedur resmi.
- Jemaah diimbau tiba di Masjidil Haram 2 jam lebih awal untuk Shalat Jumat guna menghindari kepadatan ekstrem.
Makkah (beritajatim.com) – Sebanyak 62.193 jemaah haji Indonesia resmi diberangkatkan ke Tanah Suci hingga hari ke-11 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Berdasarkan data akumulatif hingga Kamis (30/4/2026), total terdapat 159 kelompok terbang (kloter) yang telah bertolak dari berbagai embarkasi di tanah air menuju Arab Saudi.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, proses pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah kini tengah berlangsung secara masif dan terkoordinasi.
Hingga saat ini, sebanyak 12 kloter dengan total 4.871 jemaah sudah meninggalkan Madinah, di mana 1.551 jemaah di antaranya telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, dalam siaran pers resminya menyebutkan bahwa secara umum seluruh layanan mulai dari akomodasi hingga transportasi berjalan lancar. Namun, ia memberikan catatan khusus terkait kondisi kesehatan jemaah di tengah cuaca panas yang menyengat.
Data Kesehatan dan Jemaah Wafat
Hingga memasuki awal Mei 2026, Kemenhaj melaporkan adanya laporan duka cita. “Dan perlu kami sampaikan pula hingga Kamis 30 April 2026 total Juma’ah wafat sebanyak 5 orang. Kita doakan semoga khusnul khotibah,” ujar Maria Assegaff.
Selain data jemaah wafat, tim kesehatan mencatat sebanyak 4.246 jemaah telah menjalani rawat jalan. Sebanyak 70 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 101 jemaah harus dilarikan ke Rumah Sakit Arab Saudi. Saat ini, tercatat masih ada 42 jemaah yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Peringatan Keras Bagi KBIHU dan Pencegahan Haji Ilegal
Pemerintah mengeluarkan peringatan tegas bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak melakukan manuver kegiatan di luar jadwal dan prosedur resmi. Keamanan jemaah menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa dikompromikan oleh pihak penyelenggara mana pun.
“Di mana kami tidak akan mentoleransi segala bentuk kegiatan di luar prosedur resmi yang dapat membahayakan keselamatan maupun kenyamanan Juma’ah. Jadi setiap aktivitas Juma’ah yang dilakukan di luar program resmi wajib hukumnya dikoordinasikan dengan petugas sektor,” tegas Maria. Ia bahkan menambahkan bahwa pemerintah tidak segan melakukan pencabutan izin KBIHU jika terbukti melanggar aturan.
Selain itu, Satgas Pencegahan Haji Ilegal terus memperketat pengawasan untuk mencegah penggunaan visa non-prosedural. Masyarakat diimbau untuk tidak tergiur tawaran haji ilegal yang marak beredar, demi menjamin kenyamanan dan perlindungan hukum selama di Arab Saudi.
Tips Hadapi Cuaca Panas dan Persiapan Shalat Jumat
Mengingat suhu di Makkah dan Madinah saat ini berada di kisaran 35 hingga 39 derajat Celcius, jemaah diminta untuk disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Penggunaan masker, payung, dan alas kaki yang nyaman sangat disarankan untuk menghindari kelelahan akibat cuaca panas ekstrem.
Khusus untuk pelaksanaan ibadah Shalat Jumat di Masjidil Haram, Kemenhaj memberikan strategi khusus bagi jemaah guna menghindari kepadatan massa. Jemaah diharapkan sudah berangkat menuju masjid dua jam lebih awal dengan memanfaatkan layanan bus Shalawat yang telah disediakan.
“Hal ini penting kami sampaikan karena mengingat agar Juma’ah tidak membawa barang berlebihan, barang bawaan yang terlalu banyak dapat tentunya menyulitkan mobilitas Juma’ah, kemudian memperlambat proses distribusi bagasi, serta berpotensi mengganggu kenyamanan selama perjalanan,” tutup Maria Assegaff. [ian/beq]





