Mojokerto (beritajatim.com) – Sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam perekonomian Kabupaten Mojokerto.
Selain menjadi penopang ketahanan pangan, sektor ini juga terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan tetap tangguh saat terjadi guncangan ekonomi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny mengatakan sektor pertanian memiliki kontribusi signifikan terhadap pencapaian tujuan kedua Sustainable Development Goals (SDGs), yakni menghapus kelaparan, mewujudkan ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi, serta mendorong pertanian berkelanjutan.
“Indonesia dikenal sebagai negara agraris, sehingga sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam pembangunan ekonomi maupun sosial,” ungkapnya, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan, secara nasional sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar ketiga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) setelah industri pengolahan serta perdagangan besar dan eceran.
Sementara di Kabupaten Mojokerto, sektor pertanian menempati posisi keempat setelah industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta konstruksi.
Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha, kontribusi sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto pada 2024 tercatat sebesar 7,21 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 7,24 persen pada 2025 atau naik 0,03 persen poin.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki daya tahan tinggi di tengah perkembangan sektor ekonomi lainnya. Sejarah juga membuktikan sektor pertanian mampu bertahan saat pandemi Covid-19 maupun krisis ekonomi, ketika sejumlah sektor lain mengalami kontraksi.
“Pertanian adalah sektor strategis karena berfungsi sebagai penyerap tenaga kerja atau labor buffer sekaligus penjaga ketahanan pangan daerah. Berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2025, sektor pertanian masih menyerap 21,94 persen tenaga kerja di Kabupaten Mojokerto,” katanya.
Karena itu, lanjutnya, modernisasi pertanian dinilai perlu terus dilakukan agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik. Di sisi lain, berkembangnya sektor non-pertanian seperti industri pengolahan dan perdagangan turut mendorong struktur ekonomi daerah semakin beragam.
“Kebijakan pertanian yang tepat sasaran tetap dibutuhkan agar sektor ini terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ketersediaan data pertanian yang akurat, terkini, dan mutakhir menjadi kunci dalam penyusunan kebijakan pembangunan pertanian di Kabupaten Mojokerto,” tegasnya. [tin/ted]






