Mojokerto (beritajatim.com) – Ada tujuh titik sumber mata air di beberapa lokasi di Jawa Timur yang akan dibawa ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Proses Pengambilan Tanah dan Air Bumi Majapahit digelar di Candi Kedaton Sumur Upas Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (12/3/2022).
Didampingi Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati dan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memimpin prosesi pengambilan air dan tanah. Air dan tanah dari tujuh titik di Jawa Timur, salah satunya di Candi Kedaton Sumur Upas ini akan dibawa ke titik nol Kalimantan Timur.
“Kami mendapatkan penugasan saja, semua Gubernur, 34 Gubernur itu diminta membawa air dan tanah dari masing-masing daerahnya. Kebetulan di kota baru nanti namanya Nusantara, Jadi saya harus berdiskusi dengan pakar sejarah, budayawan, tokoh adat ada disini,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Termasuk Bupati dan Wali Kota Mojokerto. Mantan Menteri Sosial (Mensos) ini menegaskan, jika tanah dan air di Candi Kedaton Sumur Upas merupakan salah satu titik air dan tanah yang diambil untuk dicampur air dan tanah dari 33 provinsi di Indonesia lainnya.
“Sumber yang akan kita ambil (di Jawa Timur, red), itu ada 7 titik. Itu hasil musyawarah dari para sejarah dan budayawan. Salah satunya di sini (Candi Kedaton Sumur Upas, red). Dan besok (Minggu, 13 Maret 2022, red), para Gubernur seluruh Indonesia diundang ke Kalimantan Timur,” katanya.

Senin (14/3/2022) pagi, lanjut Gubernur, para Gubernur seluruh Indonesia akan bersama-sama ke titik nol geodesi IKN Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim). Selain membawa tanah dan air, para Gubernur juga diminta menanam pohon yang spesifik dari masing-masing provinsi.
“Mengingat nama kota calon ibu kota baru nanti adalah Nusantara dan Nusantara itu dalam referensi saya baca adalah bagian dari Sumpah Palapa yang diikrarkan oleh Maha Patih Gajah Mada. Nusa artinya pulau, Antara artinya di luar. Pulau-pulau yang banyak itu akan dipersatukan oleh Kerajaan Majapahit,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ibu-kota-negara”]
Gubernur menjelaskan, sebelum pulau-pulau tersebut disatukan, Maha Patih Gajah Mada berpuasa. Menurutnya, sumpah Maha Patih Gajah Mada yakni Sumpah Amukti Palapa bagian dari tekat kuat Patih dari Ratu Tribuana Tinggal Dewi, putri Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit.
“Referensi ini ada di dalam naskah Mpu Prapanca di buku Negarakertagama. Kemudian kita juga melihat di Sutasoma karya Mpu Tantular tertulis Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, bahwa kebhinekaan itu akan menjadi bagian dari satu kesatuan dan kebenaran tidak boleh mendua,” ujarnya.
Sehingga, iapun berkoordinasi dengan Wali Kota dan Bupati Mojokerto, budayawan, tokoh adat dan cendekiawan baik dari Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh September (ITS). Sehingga bisa membawa air dan tanah dari Kerajaan Majapahit ke IKN Nusantara.

“Salah satunya di Candi Kedaton ini, di Situs Kumitir, hulu Sungai Brantas di Batu karena memang awal dari kerajaan ini berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Karena mencari titik sumber mata air untuk bisa membangun ekosistem perairan dan kesejahteraan masyarakat dari awal Majapahit didirikan,” ulasnya.
Tujuh sumber tersebut berdasarkan diskusi budayawan, sejarawan, pakar dari Kerajaan Majapahit dan tokoh adat. Gubernur berharap, prosesi tersebut menjadi kontribusi dari Jawa Timur karena nama Nusantara yang sudah ditentukan Presiden Joko Widodo menjadi nama baru ibu kota baru, nama tersebut ada di Sumpah Palapa Maha Patih Gajah Mada.
“Jadi ini merupakan salah satu kontribusi kita semua untuk bisa mereferensikan Nusantara seperti yang diharapkan oleh Gajah Mada. Bahwa pulau-pulau yang terluar itu akan bisa dipersatukan. Jadi kalau pada saat itu, dibawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Tentu sekarang adalah dibawah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Usai melakukan prosesi pengambilan air dan tanah di Candi Kedaton Sumur Upas, Gubernur dan rombongan menuju ke Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Di sini, Gubernur juga mengambil air dan tanah untuk dibawa ke IKN Nusantara, Minggu (13/3/2022) besok.
Semua gubernur dari 34 provinsi di Indonesia bakal berkumpul di lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Sepaku, Kalimantan Timur (Kaltim) pada tanggal 13-14 Maret 2022. Semua gubernur diminta membawa satu liter air dan dua kg tanah dari masing-masing provinsi untuk dimasukan dalam kendi bernama Kendi Nusantara. [tin/ted]






