Jember (beritajatim.com) – Baru memasuki April 2026, target serapan tahunan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Jember, Jawa Timur, sebesar 166.135 ton gabah kering panen yang setara 84.978 ton beras telah tercapai.
“Tahun ini kami ada penambahan mitra maklon dari tujuh menjadi 13 mitra,” kata Kepala Bulog Jember, M. Ade Saputra, Kamis (30/4/2026).
Mitra maklon yang dimaksud adalah penggilingan padi atau pihak ketiga yang bekerja sama dengan Perum Bulog untuk mengeringkan dan mengolah gabah hasil serapan petani menjadi beras standar. Mereka berperan penting dalam menjaga kualitas dan kuantitas hasil olahan.
Penambahan mitra dikarenakan pada 2025 lalu Bulog terkendala keterbatasan pengering. Dengan penambahan mitra, kapasitas pengering di Jember bisa mencukupi saat panen raya maupun panen reguler.
“Dengan capaian seratus persen ini bukan berarti Bulog Jember berhenti menyerap. Kami tetap menerima ketika harga gabah di tingkat petani menurun,” kata Ade.
Namun saat ini harga gabah di tingkat petani sudah menembus Rp7 ribu per kilogram gabah kering panen. “Ini tentunya keberhasilan kita semua,” kata Ade.
Capaian ini disebut Ade merupakan hasil kolaborasi Bulog dengan Pemerintah Kabupaten Jember, TNI, dan para penyuluh pertanian lapangan. [wir/kun]






