Surabaya (beritajatim.com) – Dunia perfilman terus menjadi magnet bagi generasi muda, termasuk anak-anak yang mulai menapaki langkah di dunia seni peran.
Aktris Lady Nayoan Kjaernett turut memberikan pandangan sekaligus motivasi bagi mereka yang bercita-cita menjadi pemain film.
Hal tersebut ia sampaikan saat konferensi pers film Call 911 garapan ARTV School Surabaya, Sabtu (25/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Lady Nayoan menegaskan bahwa dunia akting bukan sekadar soal tampil di depan kamera, melainkan tentang proses panjang yang menuntut konsistensi dan kepekaan rasa.
Ia menyoroti pentingnya menjaga semangat berkarya, terutama bagi anak-anak yang baru mulai belajar akting.
“Kesempatan untuk berkarya itu tidak semua orang bisa dapatkan. Jadi ketika sudah diberi ruang, jangan disia-siakan. Teruslah bersemangat dan jangan berhenti belajar,” ujarnya.
Lebih jauh, ia membagikan prinsip dasar yang selama ini ia pegang dalam berakting. Menurutnya, kesalahan yang kerap dilakukan pemula adalah terlalu fokus meniru gaya orang lain. Padahal, akting yang kuat justru lahir dari kejujuran emosi.
“Akting itu bukan hasil meniru, tapi dari apa yang kita rasakan. Ketika kita benar-benar menghidupi peran, penonton akan percaya dengan karakter yang kita mainkan,” jelasnya.
Bagi Lady Nayoan, menjadi aktor atau aktris adalah profesi yang unik sekaligus menantang. Selain membutuhkan keterampilan khusus, dunia ini juga memberi ruang eksplorasi tanpa batas. Ia menggambarkan bagaimana seorang aktor bisa memerankan berbagai karakter yang berbeda dalam waktu singkat.
“Serunya jadi aktor itu kita bisa jadi siapa saja. Hari ini bisa jadi detektif, besok bisa jadi ibu rumah tangga dengan cerita yang berbeda. Di situ letak tantangannya sekaligus keseruannya,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa memasuki dunia profesional berarti harus memiliki fokus dan komitmen tinggi, tanpa memandang usia. Baik anak-anak maupun orang dewasa, menurutnya, dituntut untuk terus belajar dan berkembang.
Ia juga menilai antusiasme terhadap dunia perfilman saat ini semakin besar, terutama di kalangan generasi muda. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi mereka yang ingin serius menekuni bidang akting.
“Minat terhadap film itu sangat besar sekarang. Tapi yang paling penting adalah konsistensi. Bakat itu harus terus diasah. Kalau tidak pernah diberi kesempatan atau tidak berani mencoba, kemampuan kita akan stagnan,” tegasnya.
Melalui keterlibatannya dalam proyek film bersama para siswa, Lady Nayoan melihat langsung bagaimana pengalaman bermain film dapat menjadi sarana belajar yang efektif. Jam terbang, menurutnya, menjadi faktor penting dalam membentuk kualitas seorang aktor.
Dengan pesan yang sederhana namun kuat, ia berharap anak-anak yang memiliki mimpi di dunia akting tidak mudah menyerah. Dukungan lingkungan, kesempatan tampil, serta kemauan untuk terus belajar menjadi kunci untuk berkembang di industri yang kompetitif ini. (fyi/ted)






