Magetan (beritajatim.com) — Kenaikan harga aspal di Kabupaten Magetan mencapai sekitar Rp1.900 per kilogram. Dengan asumsi satu drum berisi 150 kilogram, lonjakan tersebut setara sekitar Rp300 ribu per drum.
Sementara itu, kebutuhan aspal di Magetan tergolong tinggi, yakni sekitar 2.300 drum untuk pengadaan lelang dan hampir 5.000 drum per tahun untuk pemeliharaan jalan serta bantuan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan, Muhtar Wahid, mengatakan kenaikan harga ini berdampak langsung pada perencanaan proyek infrastruktur daerah, khususnya dalam penyusunan APBD 2026.
Ia menjelaskan, proses pengadaan aspal sebenarnya telah dimulai lebih awal. Bahkan, pihaknya sudah menginstruksikan agar lelang dilakukan sebelum terjadi kenaikan harga. Namun, dinamika pasar membuat harga tetap melonjak saat proses berjalan.
“Pengadaan barang, khususnya aspal, sudah kami mulai. Bahkan sebelum barang naik, sudah saya instruksikan agar segera dilelang. Tapi saat proses berjalan, harga aspal justru keburu naik,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, kenaikan harga aspal dipicu oleh meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang turut mendorong naiknya harga berbagai material konstruksi lainnya.
Hal tersebut juga menjadi pembahasan dalam rapat evaluasi APBD 2026 yang melibatkan Bupati, Sekretaris Daerah, Wakil Bupati, serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kenaikan BBM dan material bahan bangunan akan berdampak ke seluruh pekerjaan konstruksi. Maka harga-harga itu harus disesuaikan,” jelasnya.
Saat ini, Pemkab Magetan masih berada pada tahap perencanaan ulang dengan menyesuaikan harga terbaru. Penyesuaian tersebut, lanjut Muhtar, harus mengacu pada regulasi resmi dari pemerintah pusat sebagai dasar perubahan harga satuan.
“Kami menunggu acuan resmi, minimal surat dari pemerintah bahwa BBM naik, sehingga penyesuaian harga bisa dilakukan dengan dasar yang jelas,” tambahnya.
Kondisi tersebut diperkirakan akan mempengaruhi skala prioritas proyek serta strategi pembiayaan pembangunan infrastruktur daerah ke depan. [fiq/suf]






