Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Panitia Pra Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU), KH Mas Muchammad Maftuch (Gus Maftuch), menyampaikan pandangannya terkait arah kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) ke depan.
Dalam pernyataannya, ia menilai bahwa Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin merupakan salah satu figur yang layak memimpin PBNU.
Menurut Gus Maftuch, Cak Imin dinilai memiliki kapasitas dan kedekatan historis yang kuat dengan NU, sehingga diyakini mampu membawa organisasi kembali pada khittah perjuangan yang berlandaskan nilai-nilai keaswajaan dan kebangsaan.
“Cak Imin adalah salah satu sosok yang memiliki potensi besar untuk menyelamatkan dan mengembalikan NU pada khittahnya. Dengan pengalaman dan jejaring yang dimiliki, beliau layak dipertimbangkan sebagai Ketua PBNU,” ujar Gus Maftuch, Senin (27/4/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa faktor genealogis atau garis keturunan juga menjadi aspek penting dalam kepemimpinan NU. Cak Imin diketahui merupakan dzuriyah dari salah satu muassis NU, Bisri Syansuri, yang berasal dari Pondok Pesantren Denanyar, Jombang.
“Beliau adalah dzuriyah dari muassis NU, KH Bisri Syansuri. Ini bukan sekadar soal nasab, tetapi juga soal kesinambungan nilai, tradisi, dan ruh perjuangan para pendiri NU,” lanjutnya.
Gus Maftuch juga menyebut bahwa saat ini banyak warga Nahdliyin yang merindukan sosok pemimpin yang memiliki keterikatan langsung dengan para muassis NU, baik secara ideologis maupun genealogis.
“Warga NU hari ini merindukan kepemimpinan yang lahir dari dzuriyah para muassis. Ada harapan agar NU kembali dipimpin oleh sosok yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga mewarisi nilai-nilai luhur para pendirinya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari dinamika wacana menjelang arah kepemimpinan NU ke depan, yang terus menjadi perhatian berbagai kalangan, baik internal maupun eksternal organisasi. (tok/kun)






