Makkah (beritajatim.com) – Pelayanan jemaah haji Indonesia kategori lanjut usia (lansia) dan disabilitas pada musim haji 1447 H/2026 M diperkuat dengan kehadiran 52 unit bus Shalawat berteknologi suspensi hidrolik yang mampu merunduk hingga sejajar dengan trotoar. Inovasi transportasi ini dirancang khusus untuk memudahkan akses kursi roda masuk ke dalam kabin secara langsung tanpa jemaah harus diangkat secara manual, sehingga meminimalisir risiko cedera fisik dan kelelahan.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, penggunaan teknologi hidrolik ini menjadi solusi nyata atas tantangan mobilitas 5.655 jemaah lansia yang telah tiba di Tanah Suci. Terobosan ini memastikan jemaah dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur yang memiliki populasi jemaah risti (risiko tinggi) cukup besar, tetap dapat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram dengan nyaman dan manusiawi.
Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa bodi bus akan secara otomatis menurun saat pintu hidrolik terbuka di titik halte. “Bus itu yang jelas untuk disabilitas bisa turun, sehingga jemaah yang pengguna kursi roda tidak perlu diangkat tapi langsung didorong,” ujar Syarif Rahman di Makkah.
Spesifikasi Khusus dan Kapasitas Kabin
Armada khusus ini memiliki desain interior yang berbeda dengan bus Shalawat konvensional. Dengan kapasitas maksimal 18 penumpang, ruang kabin dioptimalkan untuk menyediakan area jangkar bagi kursi roda agar tidak bergeser saat kendaraan melaju di jalur padat Kota Makkah. Hal ini memutus kendala teknis yang selama ini sering dialami jemaah pengguna kursi roda saat harus menaiki tangga bus kota biasa yang cukup tinggi.
Teknologi ini selaras dengan komitmen Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI untuk mengedepankan prinsip inklusivitas. Fasilitas ini tidak hanya membantu jemaah disabilitas fisik, tetapi juga jemaah lansia yang memiliki keterbatasan kekuatan motorik kaki untuk menapak di anak tangga bus konvensional.
Sistem Jemput Bola “On-Request”
Berbeda dengan 452 unit bus Shalawat reguler yang berputar nonstop di 21 rute, 52 armada hidrolik ini dioperasikan dengan sistem on-request atau berdasarkan permintaan. Skema ini diterapkan guna menjamin efisiensi layanan, terutama bagi jemaah yang baru tiba di hotel dan hendak melaksanakan umrah wajib ke Masjidil Haram.
“Memang berdasarkan request banyak, dan terutama digunakan untuk umrah wajib bagi lansia dan disabilitas,” tambah Syarif menjelaskan pola operasional tersebut.
Petugas yang bersiaga di setiap sektor akan melakukan penyisiran terhadap jemaah pengguna kursi roda di lobi hotel. Begitu jemaah siap berangkat, petugas sektor akan melakukan panggilan kepada unit bus hidrolik terdekat untuk melakukan penjemputan. Sinergi antara teknologi kendaraan mutakhir dan kesigapan petugas di lapangan diharapkan mampu menjaga stamina jemaah agar tetap prima hingga puncak wukuf di Arafah mendatang. [ian/MCH]






