Surabaya (beritajatim.com) – Peristiwa berdarah terjadi di Jalan Pragoto I, Simokerto, Kamis (23/4/2026) lalu. Dalam peristiwa itu, MJ alias Ajis warga Jalan Sencaki dibacok oleh sahabatnya sendiri berinisial AR warga rusun Sombo bersama tiga temannya yang masih buron.
Dari berbagai informasi yang dihimpun, AR nekat membacok MJ lantaran emosi karena mendapat laporan dari adik perempuannya berinisial W. Kepada AR, W mengaku jika MJ nekat melakukan hal tidak senonoh saat ia tidur di rusun Sombo Blok H.
“Kemarin adiknya ngaku kalau sempat dilecehkan oleh korban pada saat tidur. Kejadian pelecehan itu sekitar dini hari lah,” kata salah satu tetangga pelaku AR di rusun Sombo yang meminta namanya disebut M, Senin (27/4/2026).
Menurut M, AR memiliki dua adik perempuan berinisial W dan SA serta satu ayah yang tinggal di rusun Sombo Blok H. Dari keterangan para tetangga, pelaku AR merupakan sahabat MJ yang sering nongkrong bersama di Rusun Sombo.
“Mungkin dia (AR) kesal atau emosi ya karena adiknya dilecehkan oleh teman baiknya sendiri. Sering nongkrong bareng di depan rumah (AR) situ,” imbuh M.
Sementara itu, adik kandung pelaku AR berinisial W membenarkan jika dirinya sempat dilecehkan oleh korban. Ia bercerita bahwa pelecehan itu dilakukan MJ pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul dua pagi. MJ disebut menyelinap ke dalam rumah dan nekat membuka daster W yang saat itu tertidur.
“Untung saya langsung bangun. Saya lihat yang melakukan teman baik kakak (MJ) lalu saya usir dan lapor ke kakak (AR),” jelas W.
W saat itu melihat AR langsung emosi. Ia menduga AR emosi karena menganggap MJ sebagai pengkhianat. Setelah bercerita, W tidak mengetahui apa yang dilakukan AR.
“Suami merantau ke Kalimantan. Jadi saya cerita ke kakak (AR) kalau baru dilecehkan. Orangnya (AR) langsung emosi,” pungkasnya.
Sementara itu, pelaku AR telah diamankan sehari setelah peristiwa berdarah di Surabaya Utara itu terjadi. Anggota reskrim Polsek Simokerto bersama dengan Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya mengamankan AR di Sampang, Madura. Walaupun telah menangkap AR, polisi masih merahasiakan motif pembunuhan kepada MJ.
“Iya satu pelaku inisial AR sudah kami tangkap di Madura. Untuk motif mohon bersabar karena kita masih kejar tiga pelaku lain yang diduga terlibat dalam peristiwa ini,” terang Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto.
Dalam penangkapan AR, polisi menyita berbagai barang bukti seperti jaket, topi dan pisau yang digunakan oleh pelaku saat menghabisi MJ. Pisau tersebut digunakan oleh AR untuk menusuk dada kanan dan kepala korban. [ang/suf]






