Makkah (beritajatim.com) – Fira (27) dan Putri (29), kakak-beradik asal Medan, resmi menjejakkan kaki di Madinah untuk menunaikan ibadah haji 2026 melalui skema pelimpahan porsi setelah kedua orang tua mereka wafat. Perjalanan spiritual ini menjadi bukti bakti sekaligus pemenuhan amanah terakhir mendiang ayah dan ibu mereka yang meninggal dunia saat dalam masa antrean keberangkatan ke Tanah Suci.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kedua perempuan muda ini tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah, dengan raut wajah penuh haru dan syukur. Fira menjelaskan bahwa keberangkatan mereka bukanlah hasil mendaftar secara mandiri, melainkan menggantikan posisi orang tua yang telah tiada.
“Kalau nunggu sebetulnya saya enggak nunggu, karena saya pelimpahan dari orang tua yang meninggal,” ungkap Fira saat ditemui di area kedatangan bandara.
Perjuangan Mengurus Pelimpahan Porsi
Sejarah kepedihan keluarga ini dimulai saat sang ibu wafat pada 2019, disusul sang ayah yang berpulang pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Kehilangan kedua pilar keluarga tersebut memaksa Fira dan Putri untuk bergerak cepat mengurus administrasi agar cita-cita orang tua mereka ke Tanah Suci tidak terputus.
“Ayah saya kan meninggal 2020, ibu saya 2019, jadi sejak ayah meninggal saya urus berkas ke Kemenag (Kemenhaj),” tutur Fira. Pelimpahan porsi haji merupakan solusi regulasi yang memungkinkan ahli waris menggantikan jemaah yang wafat sebelum keberangkatan, sebuah prosedur yang juga sering dilakukan oleh jemaah di berbagai wilayah, termasuk jemaah dari Embarkasi Surabaya (SUB) di Jawa Timur.
Proses menuju keberangkatan tidaklah mudah. Selama masa penantian, Fira harus bekerja keras menjalankan usaha keluarga demi melunasi sisa biaya haji yang masih tertanggung. Selain urusan finansial, ia dan kakaknya memikul tanggung jawab besar mengasuh dua adik perempuan mereka yang masing-masing berusia 22 tahun dan 15 tahun.
Amanah Terakhir Sang Ayah
Fira mengenang momen emosional saat sang ayah berjuang melawan sesak napas akibat Covid-19 di rumah sakit. Pesan terakhir itulah yang menjadi bahan bakar semangatnya untuk tetap tegar dan menjaga keutuhan keluarga hingga akhirnya bisa sampai ke Madinah.
“Saya sih yang masih teringat waktu itu karena ayah saya kena covid, jadi saat dia sesak napas pun bilangnya ‘Fira nanti jaga adik-adik ya’, makanya sampai sekarang dijagain adiknya karena masih kecil,” kenangnya dengan suara bergetar.
Mengenai daftar doa yang akan dipanjatkan di depan Raudhah dan Ka’bah nanti, Fira menegaskan bahwa orang tua tetap menjadi prioritas utama. Ia ingin mempersembahkan ibadah haji ini sebagai hadiah bagi mendiang yang tidak sempat berangkat secara fisik.
“Orang tua sih pasti yang pertama. Kedua, umur saya sudah 27 tahun, mau buat doa semoga segera ditemukan jodohnya, pekerjaan lancar, adik saya juga sudah mau masuk SMA semoga masuk SMA favorit,” tutup Fira dengan optimisme. [ian/MCH]






