Pasuruan (beritajatim.com) – Gairah sepak bola di Kabupaten Pasuruan kembali memuncak saat tim kebanggaan warga, Persekabpas, menggelar pertandingan persahabatan di Stadion R. Soedarsono Pogar Bangil, Sabtu (25//4/2026). Laga ini menjadi panggung perdana bagi manajemen baru untuk menunjukkan kualitas tim sebelum terjun ke kompetisi resmi yang lebih bergengsi.
Kemenangan yang diraih oleh tim berjuluk Laskar Sakera tersebut setelah berhasil menumbangkan perlawanan sengit dari Pasuruan United dengan skor akhir yang cukup meyakinkan, 3-1. Performa apik para pemain di lapangan hijau menjadi sinyal positif bagi para pendukung setia yang memadati tribun stadion.
“Pertandingan uji coba ini sangat penting bagi tim untuk mencari bentuk permainan terbaik sebelum memasuki Liga 3 Nasional nanti,” ujar Bupati Pasuruan, HM. Rusdi Sutejo. Rusdi terlihat antusias menyaksikan jalannya laga dari pinggir lapangan bersama jajaran pimpinan daerah lainnya.
Momentum istimewa terjadi di tengah jeda pertandingan saat orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan itu meluncurkan seragam tempur terbaru tim. Jersey yang diperkenalkan masih mengusung warna oranye sebagai identitas kebesaran yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Pasuruan.
“Kami perkenalkan jersey baru ini sebagai simbol semangat baru Persekabpas untuk berjuang di level nasional,” tambah pria yang akrab disapa Mas Rusdi. Ia berharap identitas baru ini mampu memotivasi para pemain untuk memberikan prestasi terbaik bagi daerah.
Namun, di balik kegembiraan peluncuran seragam baru, pihak manajemen memberikan teguran keras terkait adanya bunyi ledakan petasan di dalam area tribun. Tindakan penonton tersebut dinilai sangat merugikan karena dapat memicu sanksi finansial yang sangat besar dari pihak penyelenggara liga.
“Jika ini terjadi di laga resmi, denda yang harus dibayar bisa mencapai ratusan juta rupiah dan itu sangat merugikan operasional tim,” tutur Manager Persekabpas, Bayu. Pihaknya sangat menyayangkan tindakan oknum suporter yang belum menyadari dampak buruk dari penggunaan petasan di dalam stadion.
Manajemen berharap ke depannya para pendukung dapat lebih dewasa dalam memberikan dukungan dengan cara-cara yang lebih positif dan aman. Kesuksesan Persekabpas menuju kasta yang lebih tinggi memerlukan sinergi yang baik antara prestasi pemain di lapangan dan ketertiban suporter di tribun. [ada/suf]






