Pasuruan (beritajatim.com) – Masa depan Persekabpas Pasuruan kini memasuki babak baru setelah manajemen lama memutuskan untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Bupati Pasuruan. Langkah besar ini diharapkan mampu membangkitkan kembali kejayaan klub yang pernah menjadi raksasa sepak bola nasional di era 2000-an tersebut.
Klub kebanggaan warga Kabupaten Pasuruan ini tengah berjuang keras untuk keluar dari ketatnya persaingan Liga 3 Nasional. Penyerahan mandat ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah siap turun tangan secara penuh untuk membawa perubahan struktural di dalam tubuh tim.
Manajer Persekabpas, Gaung Andaka, secara simbolis telah menemui Bupati Pasuruan guna membahas transisi kepengurusan secara profesional. “Hari ini saya serahkan kepengurusan Persekabpas kepada Mas Rusdi, semoga target Liga 2 nanti bisa tercapai,” ujar Gaung saat pertemuan di ruang kerja bupati, Rabu (4/3).
Proses administrasi pergantian kepemilikan dan manajemen akan segera dilakukan melalui akta notaris resmi dalam waktu dekat. Gaung menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi internal terlebih dahulu bersama seluruh pengurus lama sebelum penandatanganan dilakukan.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi pengurus lama yang tetap konsisten menjaga eksistensi klub meski dalam keterbatasan. Pria yang akrab disapa Mas Rusdi ini berkomitmen untuk membawa tim ke kasta yang lebih tinggi sesuai impian para suporter setia, Sakeramania.
Ia berharap kepengurusan yang baru nanti bisa langsung melakukan gebrakan dengan mengoptimalkan potensi talenta pemain lokal yang berlimpah di wilayah Pasuruan. “Banyak pemain muda terlihat saat Piala Bupati kemarin, pengurus baru harus cepat bergerak agar Persekabpas kembali disenangi masyarakat,” kata Mas Rusdi.
Selain fokus pada komposisi pemain, pemerintah daerah juga berencana melakukan renovasi besar-besaran terhadap fasilitas Stadion Pogar di Bangil. Standardisasi stadion menjadi prioritas utama agar nantinya siap memenuhi kualifikasi saat tim berhasil menembus Liga 2.
Skema kepemilikan klub ke depan juga akan dikaji ulang melalui pelibatan perusahaan daerah serta penguatan peran klub-klub di bawah Askab PSSI Pasuruan. “Stadion segera dilakukan perombakan fasilitas, serta kepemilikan klub akan segera dibahas setelah manajemen berganti,” pungkas Mas Rusdi. (ada/kun)






