Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Sema’an Al-Qur’an di Pendapa Graha Maja Tama (GMT). Kegiatan ini menjadi fondasi spiritual dalam mengiringi langkah pembangunan di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Majapahit.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah (OPD), alim ulama, tokoh agama, serta para hafidz dan hafidzah dari Jamiyah Hamalatil Qur’an (JHQ) Kabupaten Mojokerto. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menegaskan bahwa peringatan hari jadi tidak sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, momentum ini menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus penghormatan atas jasa para perintis daerah. “Momentum ini sejatinya menjadi sarana evaluasi dan introspeksi diri,” ungkapnya, Kamis (23/4/2026).
Sarana evaluasi dan introspeksi untuk terus memberikan pengabdian terbaik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Memasuki usia ke-733, Gus Barra (sapaan akrab, red) menilai Kabupaten Mojokerto telah berada pada fase kematangan. Dengan mengusung tema ‘Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata’, pemerintah berkomitmen menjadikannya sebagai arah dalam setiap kebijakan pembangunan.
Gus Barra juga menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia mengingatkan masih adanya sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama, seperti pengentasan kemiskinan, perluasan lapangan kerja, peningkatan derajat kesehatan, pelestarian lingkungan, serta menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
Melalui kegiatan Sema’an Al-Qur’an ini, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, masyarakat yang berakhlak merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadaban.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi dinamika global. Menutup sambutannya, Gus Barra menyampaikan apresiasi kepada para hafidz, hafidzah, serta seluruh komponen masyarakat yang terus berkontribusi dalam pembangunan.
“Kita harus tetap bijak, adaptif, dan yang paling utama adalah menjaga persatuan serta ketenangan. Kita masih memiliki tugas besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an ini diharapkan menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.
Sebagai informasi, Sema’an Al-Qur’an ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733. Berbagai kegiatan lain turut menyemarakkan, seperti senam bersama, bakti sosial, Festival Hadrah Habsy, pameran produk UMKM lokal, hingga tasyakuran tumpengan di berbagai instansi dan desa.
Rangkaian peringatan tersebut akan mencapai puncaknya pada Upacara Hari Jadi yang digelar pada 9 Mei 2026 di halaman Kantor Bupati Mojokerto. Kegiatan ini juga menghadirkan Rois Syuriah PCNU Kabupaten Mojokerto, Muslihuddin Abbas, yang memberikan tausiyah sekaligus memimpin doa bersama. [tin/aje]






