Ringkasan Berita:
- Pemkab Lamongan merevitalisasi 94 waduk dan embung pada 2026.
- Program meliputi pengerukan waduk, pembangunan embung baru, rehabilitasi embung, dan peninggian tanggul.
- Waduk Gondang mulai dipersiapkan untuk pengerukan menggunakan kapal dredger.
- Revitalisasi ditargetkan memperkuat pasokan air irigasi dan mengantisipasi kekeringan.
Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mulai merealisasikan program revitalisasi 94 waduk dan embung yang tersebar di berbagai kecamatan pada tahun 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sumber daya air, meningkatkan kapasitas irigasi pertanian, sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau.
Revitalisasi mencakup berbagai jenis pekerjaan, mulai dari pengerukan waduk dan rawa, pembangunan embung baru, rehabilitasi embung, hingga peninggian tanggul di sejumlah desa.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (PU SDA-BK) Lamongan, Saikhu, mengatakan seluruh pekerjaan tersebut tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan.
“Dari total kegiatan itu, sebanyak 45 paket berupa pengerukan waduk maupun rawa, 20 paket pembangunan embung, 27 paket rehabilitasi embung, serta 2 paket peninggian tanggul,” kata Saikhu, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, lokasi revitalisasi meliputi Kecamatan Karanggeneng, Sekaran, Modo, Tikung, Babat, Solokuro, Sukorame, Sambeng, Brondong, Mantup, Maduran, Karangbinangun, Kedungpring, Sarirejo, Sukodadi, Sugio, hingga Bluluk.
Saikhu menjelaskan besaran anggaran pada setiap lokasi berbeda-beda karena disesuaikan dengan volume serta jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Pendanaan program tersebut berasal dari berbagai sumber.
“Dananya dari APBD Lamongan, Provinsi dan dana dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pengerukan Waduk Gondang. Saat ini, proses pekerjaan telah memasuki tahap persiapan dengan pemasangan sarana pendukung untuk menjangkau area tengah waduk.
“Untuk pengerukan Waduk Gondang, sudah mulai memasuki persiapan, dengan memasang sarana untuk menjangkau ke tengah waduk. Pengerukan di Waduk Gondang ini pakai dredger,” katanya.
Saikhu menjelaskan, dredger merupakan kapal khusus yang dilengkapi peralatan untuk melakukan pengerukan material sedimentasi di dasar perairan sehingga kapasitas tampung waduk dapat kembali optimal.
Selain mengatasi sedimentasi, pembangunan dan rehabilitasi embung juga diarahkan untuk meningkatkan cadangan air yang dibutuhkan sektor pertanian, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Selain itu, peninggian tanggul juga menjadi bagian dari program revitalisasi untuk memperkuat infrastruktur pengairan sekaligus meminimalkan risiko luapan air di sejumlah kawasan,” ujarnya.
Pemkab Lamongan berharap revitalisasi tersebut mampu mengembalikan fungsi waduk, rawa, dan embung yang selama ini mengalami penurunan kapasitas akibat sedimentasi maupun kerusakan infrastruktur.
Menurut Saikhu, berkurangnya daya tampung air selama ini berdampak terhadap pasokan air irigasi dan kebutuhan masyarakat.
“Revitalisasi ini dilakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi waduk, rawa, dan embung, yang selama ini mengalami penurunan kapasitas akibat sedimentasi maupun kerusakan infrastruktur, yang berdampak pada berkurangnya daya tampung air, sehingga pasokan air untuk pertanian dan kebutuhan masyarakat menjadi tidak optimal,” pungkasnya. [fak/beq]






