Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus menggencarkan gerakan tanam cabai di tingkat rumah tangga sebagai upaya mendorong kemandirian pangan sekaligus menekan laju inflasi. Program ini melibatkan ibu-ibu sebagai garda terdepan dalam pelaksanaannya.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan bahwa gerakan tersebut bertujuan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pasar. Hal tersebut disampaikan saat membuka penyuluhan Cabenisasi di Kelurahan Prajurit Kulon.
“Kalau masyarakat bisa menanam sendiri, terutama cabai, maka kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi dari rumah dan tidak selalu bergantung pada pasar,” ungkapnya, Rabu (22/4/2026).
Perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu menjelaskan, cabai dipilih karena merupakan salah satu komoditas yang kerap memicu inflasi. Dengan menanam sendiri di rumah, diharapkan kebutuhan cabai masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri. Program tersebut dirancang menyesuaikan kondisi wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
“Kepada warga Kelurahan Prajurit Kulon agar memanfaatkan pekarangan rumah serta menggunakan media tanam dari barang bekas seperti botol dan galon. Ini sederhana, tapi kalau dilakukan bersama-sama, dampaknya besar. Selain untuk kebutuhan keluarga, juga membantu menjaga stabilitas harga,” katanya.
Selain berkontribusi pada pengendalian inflasi, program tersebut juga terintegrasi dengan upaya ketahanan pangan, pemanfaatan lahan pekarangan, serta pengelolaan sampah rumah tangga. Pemkot Mojokerto berharap gerakan tanam cabai tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan, dengan masyarakat aktif menanam dan merawat hingga masa panen.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Tim Penggerak PKK hingga kader motivator setempat. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan secara simbolis bibit cabai beserta perlengkapan tanam kepada warga. [tin/suf]






