Tuban (beritajatim.com) – KB-TK Bina Anak Sholeh (BAS) Kabupaten Tuban menggelar Parenting Akbar pada Sabtu, 18 April 2026, di Aula Ma’had Bahrul Huda dengan tema “Mengakhiri Pola Asuh Luka, Memulai Pola Asuh dengan Cinta.”
Acara ini turut menghadirkan Psikolog Klinis, Indartik, M.Psi., sebagai pembicara utama yang berbagi wawasan penting terkait pengasuhan yang penuh kasih sayang.
Ketua Komite KB-TK BAS, Bella Revi Sasmita, menjelaskan bahwa kegiatan parenting semacam ini adalah agenda rutin yang dilakukan untuk memberikan pengalaman dan pemahaman baru kepada orang tua dalam mengasuh anak.
“Sebab, jika luka bisa kita wariskan, maka cinta pun bisa kita wariskan dan pilihan itu ada di tangan kita, ingin mewariskan luka ataupun mewariskan cinta,” ujar Bella Revi.
Moment ini sengaja dipilih bertepatan dengan penerimaan rapor siswa, sehingga kegiatan parenting dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk bertanya langsung kepada ahli mengenai pola asuh yang baik untuk perkembangan anak mereka.
Selain itu, kehadiran Psikolog Klinis Indartik juga menjadi daya tarik utama bagi para wali murid yang ingin mendalami lebih dalam tentang pola asuh yang berfokus pada cinta dan pengasuhan yang sehat.
Dalam pemaparannya, Indartik menekankan pentingnya peran ibu dalam sembuh dari luka emosional sebelum menjadi orang tua.
“Parenting ini menekankan seorang ibu untuk sembuh dari lukanya sebelum dia sempat melahirkan anaknya. Padahal menjadi seorang ibu itu harus merasakan cinta terlebih dahulu baru bisa mencintai anaknya,” jelasnya.
Indartik menambahkan bahwa tujuan dari parenting ini bukan hanya untuk mengajarkan bagaimana mendidik anak, namun juga bagaimana orang tua—terutama ibu—dapat mengasuh diri sendiri dengan melepaskan luka-luka masa lalu yang dapat membebani proses pengasuhan.
“Harapannya Parenting ini tidak hanya fokus bagaimana mendidik anak tapi juga bagaimana mengasuh diri sendiri untuk melepaskan masa lalu atau melepaskan luka yang selama ini membebani, sehingga memberikan pengasuhan yang positif,” ujarnya lebih lanjut.
Psikolog ini juga menjelaskan bahwa dalam setiap keluarga, peran ayah sangat penting dalam mendukung ibu. “Peran ibu dalam mendidik anak juga tidak lepas dari peran ayah, sehingga untuk para ibu jangan pernah merasa bahwa dia yang harus bertanggung jawab penuh terhadap semuanya atau menanggung beban semuanya,” kata Indartik.
Menurutnya, support system yang baik, termasuk keterlibatan suami, sangat penting agar ibu tidak merasa kelelahan dan terbebani.
Indartik juga mengingatkan bahwa tidak jarang ibu merasa lelah sendiri dan mengobati luka batinnya tanpa bantuan siapapun. “Banyak ibu yang merasa kelelahan sendiri, terluka sendiri, ngobatin sendiri, sehingga saat ngasuh anak, anak hanya dapat sisa-sisa baterainya, ini yang sangat tidak baik,” terangnya.
Menutup pembicaraan, Indartik menyatakan bahwa kegiatan parenting seperti ini sangat penting dan seharusnya dilakukan di seluruh lembaga pendidikan.
“Kesehatan mental seseorang saat ini sangat komplek dan butuh pendampingan. Di Kabupaten Tuban sendiri, sekolah-sekolah mulai sadar akan kegiatan seperti ini, karena tidak hanya untuk para orang tua saja, melainkan peran seorang guru dalam mendidik juga,” pungkasnya. [dya/suf]







2 Komentar
Best😍
Best BAS Tuban😍😍