Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Hukum Universitas Surabaya (FH Ubaya) memperkuat tata kelola agraria melalui kolaborasi strategis bersama Badan Pertanahan Nasional Jawa Timur (BPN Jatim).
Kedua pihak menyepakati Perjanjian Kerja Sama terkait digitalisasi pendaftaran dan peralihan hak atas tanah. Penandatanganan berlangsung di Ubaya Kampus Tenggilis, Rabu (15/4/2026).
Kemitraan ini meliputi pertukaran sumber daya manusia, penelitian terintegrasi, hingga pengabdian masyarakat. Agenda tersebut dibarengi kuliah umum mengenai pemanfaatan teknologi dalam administrasi pertanahan.
Dekan FH Ubaya Hwian Christianto menjelaskan langkah ini merupakan komitmen kampus dalam mengawal kebijakan pusat. Akademisi berperan memastikan aspek legalitas tetap terjaga selama masa transisi.
“Pelaksanaan kegiatan ini sebagai wujud nyata dukungan FH Ubaya terhadap transformasi digital dalam pendaftaran dan peralihan pertanahan,” tutur Hwian.
Hwian juga mengingatkan adanya risiko teknis yang muncul dari pembaruan sistem tersebut. Integrasi data menurutnya memerlukan ketelitian tinggi untuk menghindari potensi hambatan di masa depan.
“Digitalisasi ini terlihat sederhana namun sebenarnya sangat tidak mudah karena menghadirkan tantangan yang sangat kompleks,” tambah Hwian.
Kepala Kantor Wilayah BPN Jatim Asep Heri menyebut banyak aset tanah masyarakat yang belum terdaftar secara resmi. Hal ini mendorong perlunya percepatan administrasi melalui sistem elektronik yang akurat.
“Seiring dengan perkembangan teknologi, digitalisasi proses pendaftaran dan peralihan atas tanah menjadi kebutuhan yang sangat mendasar. Digitalisasi menawarkan solusi lebih cepat, tepat, dan akurat,” papar Asep.
Ia menilai kepastian hukum lewat sistem digital akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Efisiensi birokrasi diklaim mampu menarik minat pemilik modal dalam pemanfaatan lahan secara produktif.
“Langkah ini dapat memangkas birokrasi yang lambat, namun turut menumbuhkan minat para investor untuk menanamkan modal dan melakukan pemanfaatan terhadap tanah,” ungkapnya.
Kuliah umum tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Magister Kenotariatan serta Sarjana Hukum Ubaya. Turut hadir perwakilan alumni notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah se-Jatim. [ipl/ian]






