Jombang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan renovasi total Polsek Tegalsari, yang rusak parah akibat kerusuhan massa pada akhir Agustus 2025, akan segera dilaksanakan pada tahun 2026.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pentingnya renovasi ini karena menyangkut fasilitas pelayanan publik yang esensial. Proses renovasi sudah memasuki tahap lelang, dan Pemkot berkomitmen untuk segera memulihkan kondisi Polsek Tegalsari.
“Insyaallah kita akan membantu di tahun 2026 terkait dengan Polsek Tegalsari. Kita akan perbaiki, yang kemarin ada musibah,” ujar Eri Cahyadi saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026).
Wali Kota juga menambahkan bahwa perbaikan ini menjadi prioritas untuk mendukung ketersediaan layanan publik yang memadai, terutama yang berkaitan dengan pelayanan keamanan di wilayah tersebut.
Kepolisian dan Pemkot Surabaya terus bersinergi untuk memastikan keselamatan warga dan memberikan pelayanan publik yang maksimal. Pemulihan Polsek Tegalsari menjadi respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat akan layanan keamanan dan administratif yang semakin mendesak di kawasan tersebut.
“Bagaimana warga ini membutuhkan pelayanan keamanan dari kepolisian dan pelayanan-pelayanan publik lainnya. Jadi insyaallah sudah dijalankan, masih proses lelang,” ungkap Eri.
Peristiwa yang terjadi pada akhir Agustus 2025 meninggalkan trauma mendalam. Pada Minggu dini hari (31/8/2025), kerusuhan massa yang melanda Polsek Tegalsari menyebabkan bangunan bersejarah tersebut luluh lantak dilalap api.
Kondisi Polsek Tegalsari sangat memprihatinkan, dengan hampir seluruh bagian bangunan rusak parah, menyisakan puing-puing arang dan dinding tua yang masih tegak berdiri di tengah kehancuran.
Kejadian tersebut memaksa seluruh layanan operasional Polsek Tegalsari dialihkan sementara ke bekas kantor Bawaslu Jawa Timur yang terletak di Jalan Tanggulangin No. 3, hingga proses renovasi selesai.
Renovasi Polsek Tegalsari bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi juga mengenai pemulihan fasilitas penting yang memberikan rasa aman bagi masyarakat. Dengan adanya renovasi ini, diharapkan warga bisa kembali menikmati pelayanan publik dengan lebih baik dan cepat. Renovasi ini juga menjadi simbol pemulihan pasca kerusuhan yang mengganggu ketertiban di kota Surabaya. [rma/suf]






