Surabaya (beritajatim.com) – Prestasi gemilang ditorehkan siswa SMAN 5 Surabaya di ajang internasional Malaysia Technology Expo 2026. Sebanyak 17 pelajar berhasil menyabet satu medali emas dan dua medali perak dalam kompetisi yang digelar di Kuala Lumpur pada 9–11 April 2026.
Tak hanya itu, salah satu tim juga meraih penghargaan khusus (Special Award), mempertegas kualitas inovasi yang dihasilkan pelajar asal Surabaya tersebut di kancah global.
Medali emas diraih melalui inovasi bernama SiBo-NaLiq, sebuah formulasi nanopartikel yang menggabungkan air nira siwalan dan ekstrak buah bogem. Produk ini dikembangkan sebagai pemanis alternatif dengan potensi membantu pencegahan diabetes.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menilai capaian ini menjadi bukti nyata kualitas riset pelajar yang mampu menjawab persoalan kesehatan di masyarakat.
“Inovasi ada dari sebuah masalah. Inovasi hadir untuk memberikan solusi,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurut Aries, inovasi pencegahan diabetes tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana pola hidup tidak sehat meningkatkan risiko penyakit gula, bahkan di kalangan usia muda.
“Apa yang dibuat para murid ini patut kita apresiasi kualitasnya, terlebih inovasi tersebut ditujukan untuk pencegahan diabetes,” imbuhnya.
Ketua tim peraih emas, Iftikhar Ali Raja Suryaningtyas, menjelaskan bahwa SiBo-NaLiq menggunakan teknologi nanopartikel sehingga memiliki ukuran sangat kecil dan mudah diserap tubuh.
“Produk kami menggunakan formulasi nanopartikel sehingga memiliki ukuran sangat kecil,” jelasnya.
Teknologi tersebut memungkinkan bahan aktif bereaksi lebih cepat dalam metabolisme karena ukuran partikel yang mikro meningkatkan daya serap tubuh.
“Agar lebih mudah diserap tubuh dan meningkatkan bioavailabilitas,” tambahnya.
Anggota tim lainnya, Zakiyah Rafifah Artanti, mengungkapkan bahwa produk ini memiliki indeks glikemik rendah sebesar 33,3 persen, jauh di bawah pemanis konvensional.
“Produk ini memiliki indeks glikemik sebesar 33,3 persen yang tergolong rendah, sehingga berpotensi membantu pencegahan diabetes,” ungkapnya.
Pemanfaatan teknologi nanopartikel mampu memecah partikel hingga ukuran 38,18 nanometer, yang dinilai optimal dalam meningkatkan efektivitas bahan aktif di dalam tubuh.
“Ukuran ini dinilai optimal dalam meningkatkan kemampuan penyerapan serta efektivitas bahan aktif di dalam tubuh,” terangnya.
Selain emas, dua medali perak juga berhasil diraih tim lain. Tim yang digawangi Ezza Nabil Jauhari bersama rekan-rekannya meraih perak sekaligus Special Award. Sementara tim yang dipimpin Evan Azka Adinata turut menyumbangkan satu medali perak.
MTE 2026 edisi ke-25 ini diikuti 1.390 peserta dari 10 negara di Asia dan Eropa, menjadikan kompetisi ini sebagai panggung bergengsi bagi inovator muda dunia. SMAN 5 Surabaya pun tampil sebagai salah satu representasi kuat pengembang inovasi teknologi masa depan dari Jawa Timur. [ipl/beq]






