Surabaya (beritajatim.com)– Banyak orang menganggap handuk tetap bersih karena hanya digunakan untuk mengeringkan tubuh sehabis mandi. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Handuk justru mudah menjadi tempat berkembangnya kuman karena menyerap sel kulit mati, minyak tubuh, serta sisa air. Jika dibiarkan lembap terlalu lama, handuk dapat berubah menjadi sarang bakteri yang berisiko bagi kesehatan kulit.
Frekuensi Pencucian Berdasarkan Jenis Handuk
Waktu mencuci handuk bergantung pada fungsi dan seberapa sering digunakan. Untuk handuk mandi, sebaiknya dicuci setelah tiga hingga empat kali pemakaian. Namun, jika kamar mandi cenderung lembap atau handuk sulit kering sempurna, sebaiknya dicuci setiap dua kali pemakaian.
Handuk tangan dan lap wajah memerlukan perlakuan berbeda. Handuk tangan biasanya dipakai oleh lebih dari satu orang dan cukup sering digunakan, sehingga sebaiknya diganti setiap satu hingga dua hari sekali. Sementara itu, lap wajah atau washcloth sebaiknya langsung dicuci setelah satu kali pemakaian karena bersentuhan langsung dengan kulit wajah yang sensitif. Hal yang sama berlaku untuk handuk olahraga, yang sebaiknya dicuci setelah digunakan karena terpapar keringat dan bakteri dari peralatan olahraga.
Risiko Kesehatan di Balik Handuk Kotor
Jarang mencuci handuk bukan hanya menimbulkan bau tidak sedap. Bakteri dan jamur dapat berkembang dengan cepat pada kain yang hangat dan lembap. Menggunakan handuk yang kotor dapat meningkatkan risiko infeksi kulit seperti kurap, kutu air, hingga infeksi bakteri seperti Staphylococcus. Selain itu, handuk yang tidak bersih juga dapat memperparah masalah kulit seperti jerawat, eksim, dan dermatitis atopik karena dapat merusak lapisan pelindung kulit.
Perawatan Ekstra untuk Menjaga Kebersihan
Agar kuman benar-benar berkurang, handuk disarankan dicuci menggunakan air panas dengan suhu minimal 60 derajat Celsius. Hindari penggunaan pelembut kain atau deterjen secara berlebihan karena residunya dapat menempel pada serat kain, mengurangi daya serap, dan membuat bau sulit hilang.
Cara menjemur juga penting diperhatikan. Gantung handuk dalam posisi terbentang lebar di area yang memiliki sirkulasi udara baik, bukan hanya dilipat di kait. Jika memungkinkan, jemur di bawah sinar matahari langsung karena dapat membantu membunuh kuman yang masih menempel.
Mengenali Waktu yang Tepat untuk Mengganti Handuk
Meskipun rutin dicuci, handuk tidak dapat digunakan selamanya. Secara umum, handuk disarankan diganti setiap satu hingga dua tahun sekali. Tanda handuk perlu diganti antara lain tetap berbau meski sudah dicuci, daya serap berkurang, atau serat kain mulai menipis dan kasar. Jika tepian handuk mulai robek, itu juga menjadi tanda bahwa sudah saatnya mengganti dengan yang baru. [Meychel Salsabyla]






