Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mematangkan rencana strategis guna menekan risiko genangan air saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah merencanakan penambahan infrastruktur pendukung teknis untuk mempercepat pembuangan debit air di titik-titik rawan.
Fokus utama dalam rencana ini adalah pengadaan unit mesin penyedot yang memiliki mobilitas tinggi agar bisa menjangkau lokasi bencana dengan cepat. Kehadiran alat ini diharapkan mampu mengurangi durasi banjir yang seringkali mengganggu aktivitas transportasi dan ekonomi masyarakat lokal.
Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah memproses alokasi dana untuk realisasi alat tersebut. “Masih direncanakan anggaran sebesar Rp2,2 miliar untuk satu unit pengadaan mobil pompa air portable,” jelasnya dalam keterangan resmi.
Anggaran yang cukup besar tersebut dialokasikan karena spesifikasi mobil pompa ini dirancang khusus untuk kerja berat dalam durasi yang lama. Mesin ini nantinya akan berfungsi menyedot air dari area pemukiman untuk segera dibuang ke saluran utama atau sungai terdekat secara terus-menerus.
Pengadaan unit portable ini dinilai lebih efektif dibandingkan dengan pompa stasioner karena sifatnya yang bisa dipindahkan sesuai kebutuhan darurat di lapangan. BPBD berharap penambahan armada ini menjadi solusi instan ketika drainase konvensional sudah tidak mampu lagi menampung curah hujan yang tinggi.
Sugeng Hariyadi menambahkan bahwa fungsi utama dari armada baru ini adalah sebagai langkah pencegahan dampak kerusakan yang lebih luas akibat banjir. “Fungsinya untuk sedot air terus dibuang, itu adalah bentuk antisipasi banjir yang kami siapkan bagi warga,” tambahnya.
Saat ini, pihak BPBD sedang melakukan kajian teknis terkait pemilihan vendor dan spesifikasi mesin agar sesuai dengan karakteristik wilayah Pasuruan. Jika rencana ini terealisasi tepat waktu, diharapkan mobil pompa tersebut sudah siap beroperasi sebelum puncak musim penghujan berikutnya tiba.
Dengan adanya alokasi dana miliaran rupiah ini, masyarakat diharapkan mendapatkan perlindungan yang lebih maksimal dari ancaman bencana tahunan. Kolaborasi antara pengadaan alat modern dan normalisasi saluran air menjadi kunci utama dalam meminimalisir kerugian materiil bagi penduduk setempat. (ada/aje)






