Sumenep (beritajatim.com) – Sejumlah kepala desa (kades) di Kabupaten Sumenep mengeluhkan tidak memiliki lahan untuk membangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Sumenep, H. Abd. Hayat, mengatakan pada prinsipnya seluruh kepala desa mendukung KDMP. Hanya saja, di lapangan, ada beberapa kendala, salah satunya ketersediaan lahan.
“Tetapi Alhamdulillah, sudah ada lampu hijau dari Pak Bupati, bahwa aset yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk pembangunan KDMP,” katanya, Selasa (7/4/2026).
Abd. Hayat yang karib dipanggil Ubed juga menyampaikan adanya efisiensi anggaran pada dana desa (DD). Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Meski anggaran dipangkas, tapi kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat halal bihalal bersama PKDI menegaskan bahwa beberapa aset daerah yang dapat dipergunakan untuk pembangunan KDMP diizinkan untuk dimanfaatkan.
“Program dari pemerintah pusat harus dilaksanakan sesuai aturan. Jadi harus ada komitmen bersama dari kawan-kawan PKDI Sumenep. Kalau soal tidak ada lahan, maka silakan gunakan aset daerah melalui prosedur yang telah ditetapkan,” tandasnya.
Bupati juga meminta para kepala desa tetap semangat dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, meskipun ada efisiensi anggaran. “Semoga selalu kompak PKDI. Kalau ada program pusat yang butuh rekomendasi dari pemerintah daerah, kami siap. Yang penting pekerjaannya harus amanah,” tandasnya. (tem/kun)






