Pacitan (beritajatim.com) – Kenaikan harga plastik mulai mengubah kebiasaan belanja masyarakat di Kabupaten Pacitan. Sejumlah toko dan minimarket kini tidak lagi memberikan kantong plastik secara gratis, melainkan mengenakan biaya tambahan kepada pelanggan sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah.
Kebijakan kantong plastik berbayar ini memang dinilai memberatkan sebagian masyarakat. Namun di sisi lain, langkah tersebut mulai menunjukkan dampak positif dalam menekan penggunaan plastik sekali pakai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan, Cicik Raudhatul Jannah, mengatakan kenaikan harga plastik justru mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih ramah lingkungan.
“Sekarang dengan kenaikan harga plastik, sebagian masyarakat mulai mau membawa wadah sendiri dari rumah. Hal ini tentu membawa dampak positif dalam mengurangi sampah plastik,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, upaya pengurangan sampah plastik sebenarnya telah lama dikampanyekan oleh DLH. Salah satu strategi yang terus didorong adalah pembatasan penggunaan plastik sekali pakai melalui kebijakan kantong berbayar di retail, serta penggunaan alternatif ramah lingkungan seperti paper bag.
“Sejak dulu kami sudah memberikan himbauan untuk mengurangi sampah plastik. Salah satunya seperti yang dilakukan beberapa retail dengan tas kresek berbayar atau menggantinya dengan kantong ramah lingkungan,” jelasnya.
DLH Pacitan bersama relawan peduli lingkungan juga akan terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar terbiasa membawa tas belanja atau wadah guna ulang dari rumah.
“Kami akan terus mengkampanyekan kepada masyarakat untuk membawa wadah dan tas guna ulang guna mengurangi sampah plastik sekali pakai,” tambahnya.
Berdasarkan data DLH Pacitan, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) mencapai rata-rata 33 ton per hari pada Maret 2026. Angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam mengendalikan timbulan sampah, khususnya plastik.
Perubahan kebiasaan masyarakat dalam berbelanja diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menekan volume sampah, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di Pacitan. [tri/beq]






