Surabaya (beritajatim.com) — Industri perhotelan di Kota Pahlawan kembali mendapat suntikan semangat baru. Dafam Pacific Caesar Surabaya resmi menunjuk Muhamad Muamar Khadafi sebagai General Manager (GM) terbaru. Sosok yang akrab disapa Dafi ini digadang membawa warna segar sekaligus peningkatan standar layanan bagi para tamu.
Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Rekam jejak terbilang kuat di industri hospitality. Sebelum berlabuh di Surabaya, ia telah menapaki karier di sejumlah hotel ternama di Batam hingga merambah industri kapal pesiar internasional—sebuah pengalaman yang tidak dimiliki banyak praktisi perhotelan.
Salah satu capaian menariknya terjadi saat berkarier di kapal pesiar. Dalam waktu relatif singkat, Khadafi berhasil menembus posisi Front Office hanya dalam kontrak kedua. Prestasi ini tergolong langka bagi tenaga kerja Indonesia, mengingat ketatnya persaingan di industri global tersebut.
Ketekunan dan konsistensi itu pula yang mengantarkannya dipercaya menduduki posisi General Manager di usia 35 tahun. Ia pun menjadi salah satu GM termuda di lingkungan Dafam Group. Pengalaman lintas negara, ditambah keterlibatan dalam proyek pembukaan hotel baru (pre-opening), menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas layanan di Dafam Pacific Caesar Surabaya.
Dalam kepemimpinannya, Khadafi membawa pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada nilai-nilai personal. Latar belakangnya sebagai santri membentuk karakter kepemimpinan yang mengedepankan keramahan, ketangguhan, serta nilai spiritual dalam bekerja.
“Industri perhotelan bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang untuk membangun karakter dan memperluas jaringan. Sukses itu bukan kebetulan, tetapi hasil dari kerja keras, ketekunan, pembelajaran, pengorbanan, dan cinta,” ujar Khadafi.

Ia menilai, di balik layanan yang terlihat sederhana, terdapat tuntutan mental yang tinggi. Para pekerja hotel harus siap menghadapi tamu dari berbagai latar belakang budaya dengan ekspektasi yang beragam.
“Terjun ke dunia perhotelan itu gampang-gampang susah. Dinamika yang ada justru membentuk kita menjadi pribadi yang lebih terampil dan matang dalam menghadapi berbagai situasi,” imbuhnya.
Lebih jauh, Khadafi menegaskan bahwa profesi di bidang hospitality adalah sarana untuk memberi manfaat bagi orang lain.
Pelayanan yang tulus, menurutnya, menjadi kunci utama dalam menciptakan pengalaman menginap yang berkesan.
Ia juga mengajak seluruh tim di Dafam Pacific Caesar Surabaya untuk bergerak dalam satu visi yang sama.
“Setiap manusia adalah pemimpin. Di mana pun kita berada, lakukan yang terbaik. Usaha yang sungguh-sungguh akan menghasilkan sesuatu yang terbaik pula,” tegasnya.
Dengan hadirnya kepemimpinan baru ini, Dafam Pacific Caesar Surabaya berkomitmen untuk terus berinovasi. Tidak hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga pengalaman menginap yang mampu menyentuh hati para tamu. (fyi/ian)






