Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 26 warga Jalan Sido Kapasan I, Simokerto, Surabaya, menjadi korban diduga keracunan usai menyantap nasi kotak dari acara tahlilan, Selasa (31/3/2026) malam.
Dari informasi yang dihimpun, pasca acara tahlilan tujuh hari salah satu warga yang meninggal, warga belum menyadari ada kejadian aneh. Beberapa warga memang mengaku mengalami gejala seperti lemas. Namun, hal itu belum menimbulkan kecurigaan apa pun.
Kecurigaan warga memuncak ketika jumlah warga yang mengeluhkan hal serupa terus bertambah. Puncaknya pada Jumat (3/4/2026). Warga menduga keracunan berasal dari salah satu makanan yang dibawa pulang usai tahlilan.
“Semua informasi saat ini kami tampung, termasuk dari penyelenggara tahlilan. Namun untuk pembuktian tentu perlu pemeriksaan lebih dalam,” kata Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofik.
Zainur menyebut, ada 70 orang yang menghadiri acara tahlilan tersebut. Dari total tersebut, 26 orang diduga mengalami keracunan. Dua orang menjalani perawatan di RSUD Dr. Soewandhie, satu orang di RS PHC, serta satu warga di RS Al-Irsyad. Sementara korban lainnya menjalani rawat jalan. “Kami baru menerima laporan hari ini. Kita masih dalami terus,” terangnya.
Sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan upaya penyelidikan sambil bekerja sama dengan pihak medis. “Masih kita lidik dari apa makanannya. Nanti kerja sama dengan RS Soewandhie dan Polrestabes,” tutupnya. (ang/kun)






