Surabaya (beritajatim.com) – Fenomena puluhan warga lemas massal yang diduga keracunan setelah mengkonsumsi berkat selamatan kenduri di kawasan Sidodadi, Simokerto, Surabaya. Polisi tengah mencari tahu penyebab janggal tersebut, Sabtu (4/4/2026).
Kapolsek Simokerto Kompol, Zainur Rofik, mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi serta mengumpulkan keterangan dari warga.
“Masih kita lidik dari apa makannya. Nanti kerjasama degan Soewandhie dan Polrestabes,” ujar Rofik.
Ia menjelaskan, bahwa sesuai laporan warga acara selamatan kenduri itu dihadiri sebanyak 70 orang. Sementara yang didata mengalami keluhan lemas diduga keracunan ada 26 orang.
“Berdasarkan data sementara, sekitar 70 orang menghadiri acara tersebut. Itu bermula ada warga yang hajatan tujuh hari, jadi setelah itu besoknya ada yang merasa sakit mual-mual,” ucap dia.
Diberitakan sebelumnya, puluhan warga di kawasan Sidodadi, Simokerto, Surabaya, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan berkat dari sebuah acara selamatan kenduri.
Akibat kejadian ini, empat orang dilaporkan dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan medis, sementara belasan warga lainnya diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Surabaya, Linda Novanti, pada Sabtu (4/4/2026).
“Ada empat warga dirujuk di RS (rumah sakit), 18 warga rawat jalan,” kata Linda.
Empat warga yang dirujuk ke RS itu, dua di antaranya dirawat ke RS Soewandhie, satu orang dibawa keluarganya ke RS PHC, dan satu orang dibawa ke RS Al Irsyad.
Menurut kesaksian Ketua RT 1 RW 7 setempat, Arif, gejala keracunan ini bermula setelah warga menghadiri selamatan tujuh hari wafatnya salah satu warga pada hari Selasa (31/3) lalu.
Ia menjelaskan, keluhan yang dirasakan warga itu mulai muncul secara bertahap sejak Rabu (1/4), sehari setelah digelar acara. Namun pihak pengurus lingkungan RT baru menyadari situasi tersebut menjadi serius dan korban bertambah pada Sabtu (4/4) siang.
“Taunya itu kemarin Jumat (4/4) siang, tapi masih ada 1-2 orang saja (yang diketahui),” jelasnya.
Arif juga menyampaikan, korban diduga keracunan ini mencakup berbagai kalangan usia, mulai dari dewasa hingga anak-anak.
Dan mengenai kondisi fisik para korban, ia mengungkapkan, mayoritas warga melaporkan gejala tubuh terasa sangat lemas tanpa disertai muntah.
“Muntah enggak, lemes aja,” ucap Arif. (rma/ted)






