Jombang (beritajatim.com) – Semangat gotong royong yang tinggi ditunjukkan oleh warga Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, dalam menghadapi bencana alam akibat cuaca ekstrem, Rabu (1/4/2026).
Mereka bersama dengan Pemerintah Kabupaten Jombang (Pemkab) menggelar kerja bakti massal untuk menangani kerusakan tanggul sungai yang disebabkan oleh hujan deras yang terjadi dalam sepekan terakhir.
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan peningkatan debit air sungai secara drastis, yang mengakibatkan erosi parah pada tanggul. Keadaan ini semakin mengkhawatirkan karena dapat mengancam keselamatan permukiman warga sekitar.
Tidak tinggal diam, puluhan warga Desa Pojok Klitih dengan sigap bergotong royong bersama petugas teknis untuk melakukan penanganan darurat dan mencegah bencana yang lebih besar.
Kegiatan gotong royong tersebut difokuskan pada beberapa aspek penting, antara lain pemasangan penyangga tanggul, penguatan struktur tanah, pembersihan material longsoran, dan penataan aliran sungai agar tekanan debit air dapat berkurang. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan pembagian tugas yang jelas antara masyarakat dan petugas di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, yang turut turun langsung di lokasi, menegaskan bahwa kecepatan respons ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Jombang, Warsubi.
“Kerja bakti ini adalah wujud nyata instruksi Abah Bupati agar seluruh unsur pemerintah bergerak cepat, responsif, dan hadir di tengah masyarakat saat terjadi kendala alam. Sinergi antara warga yang tanggap dan pemerintah yang siap sedia adalah kunci mitigasi bencana yang paling ampuh,” tegas Wiku.
Dari hasil asesmen sementara, kerusakan tanggul terjadi pada beberapa titik dengan tingkat erosi yang bervariasi. Penanganan darurat ini dilakukan sebagai langkah mitigasi awal, sembari menunggu langkah-langkah penanganan yang lebih permanen dari Pemkab Jombang.
Aksi kolaboratif ini tidak hanya berhasil menstabilkan kondisi fisik tanggul, tetapi juga memberikan rasa aman kepada warga Desa Pojok Klitih yang sebelumnya khawatir akan adanya banjir susulan. Kehadiran pemerintah di lapangan memberikan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat.
Langkah mitigasi ini menunjukkan kesiapsiagaan Kabupaten Jombang dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Dengan kembalinya fungsi tanggul, diharapkan tekanan debit air dapat terbagi secara merata, sehingga risiko luapan ke area persawahan dan pemukiman warga dapat diminimalisir. [suf]






