Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Bagas Iman Waluyo, menilai peluncuran program voucher parkir oleh Pemkot Surabaya sebagai langkah strategis dalam menata sistem perparkiran. Ia menyebut kebijakan ini berpotensi menekan praktik pungutan liar sekaligus meningkatkan transparansi retribusi.
“Dengan adanya voucher ini, harapannya bisa menekan pungli dan kebocoran pendapatan. Selain itu, penataan parkir di tepi jalan juga bisa lebih tertib,” ujar Bagas, Kamis (2/4/2026).
Bagas menjelaskan penerapan voucher parkir menjadi terobosan dalam pengelolaan parkir tepi jalan umum. Ia menyebut sistem ini mampu mengurangi transaksi tunai yang selama ini rawan penyimpangan.
“Ini langkah positif untuk mendorong transparansi, terutama di kawasan jalan protokol, wisata, dan pusat keramaian di Surabaya,” katanya.
Menurut dia, berbagai upaya sebelumnya telah dilakukan untuk menata parkir, termasuk kolaborasi dengan aparat penegak hukum. Hasilnya, kondisi di lapangan dinilai mulai lebih kondusif dibandingkan sebelumnya.
“Dengan dukungan penindakan dari aparat, situasi parkir saat ini sudah lebih tertib dibandingkan sebelumnya yang sering memicu protes,” jelasnya.
Meski demikian, Bagas menegaskan efektivitas program ini belum bisa diukur dalam waktu singkat. Diperlukan waktu untuk melihat dampaknya terhadap pendapatan daerah dan penurunan kebocoran retribusi.
“Ini program baru, jadi belum ada tolok ukur pasti. Tapi dalam satu hingga dua bulan ke depan sudah bisa mulai terlihat hasilnya,” ujarnya.
Ia juga membandingkan sistem voucher parkir dengan skema non-tunai di sektor lain. Menurutnya, model seperti ini terbukti mampu meminimalisasi potensi penyimpangan.
“Sistem voucher seperti ini sudah diterapkan di sektor lain dan cukup efektif karena mengurangi transaksi langsung yang rawan penyimpangan,” katanya.
Bagas berharap kebijakan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga memperbaiki wajah kota. Penataan parkir dinilai penting untuk menciptakan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan.
“Targetnya kawasan jalan protokol dan pusat kota bisa lebih rapi dan nyaman, sehingga wisatawan bisa menikmati Surabaya dengan lebih baik,” ucapnya.
Di sisi lain, Bagas juga mengapresiasi peran aparat kepolisian dalam menjaga ketertiban parkir di Surabaya. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan aparat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. “Sinergi dengan kepolisian harus terus dijaga agar penertiban jukir liar berjalan konsisten dan program ini bisa efektif,” pungkasnya. [asg/kun]






