Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) mengambil langkah strategis dalam merespons ancaman krisis nasional maupun global yang kian kompleks. Melalui penguatan pusat studi di tiap fakultas, Unisma mendorong hilirisasi riset yang diakui secara internasional sebagai solusi nyata bagi problematika dunia saat ini.
Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menegaskan bahwa peran perguruan tinggi di masa krisis bukan sekadar melakukan penelitian, melainkan memastikan hasil penelitian tersebut tersampaikan kepada publik secara luas melalui kanal ilmiah yang kredibel.
Prof. Junaidi menjelaskan bahwa seluruh pusat studi di lingkungan Unisma kini diinstruksikan untuk lebih efektif dalam melakukan kajian yang relevan dengan dinamika global. Menurutnya, riset yang hanya berhenti di laci meja kerja tidak akan memberikan dampak bagi masyarakat.
“Penyampaian hasil riset ke publik itu wajib melalui jurnal ilmiah berskala internasional. Kami mendorong publikasi bukan sekadar jurnal biasa, tapi jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus atau Web of Science (WOS),” ujar Prof. Junaidi saat ditemui di sela acara Lustrum ke-9 Unisma di Malang pada Selasa (31/3/2026) di Gedung Bundar.
Indikator indeksasi Scopus dan WOS dipilih karena menjadi parameter kualitas riset yang diakui dunia. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar UNISMA dalam memberikan sumbangsih pemikiran terhadap krisis energi, pangan, hingga krisis ekonomi global.
Strategi unik diterapkan Unisma untuk memperkuat branding pusat studi. Rektor telah mengeluarkan edaran agar setiap dosen yang melakukan publikasi internasional tidak hanya mencantumkan identitas universitas, tetapi juga wajib menyebutkan nama pusat studi tempat mereka bernaung.
“Ini agar spesialisasi kepakaran kita terlihat jelas di mata internasional. Pusat studi unggulan di masing-masing fakultas harus memiliki profil yang kuat di jurnal-jurnal top dunia,” tambahnya.
Tidak hanya bagi dosen, semangat menghadapi tantangan global ini juga ditularkan kepada mahasiswa. Manajemen Unisma menyiapkan skema reward atau penghargaan khusus bagi mahasiswa yang mampu menembus publikasi di jurnal internasional bereputasi. Langkah ini diambil untuk menciptakan ekosistem akademik yang kompetitif dan peka terhadap isu global sejak dini.
Upaya masif dalam bidang riset ini menjadi salah satu pilar utama Unisma untuk mencapai target sebagai World Class University pada periode 2027-2031. Saat ini, Unisma sudah menunjukkan performa gemilang dengan menduduki peringkat 50 besar kampus terbaik di Indonesia (PTN-PTS) versi Scimago Institutions Rankings.
Dengan memperkuat pilar riset dan internasionalisasi melalui program seperti beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Unisma juga optimis dapat berkontribusi lebih besar dalam mitigasi krisis global. (dan/but)






