Blitar (beritajatim.com) – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Blitar masih tergolong tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Timur, sehingga Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Blitar mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi serius terhadap strategi penanganan pengangguran.
Sorotan tersebut disampaikan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Blitar Tahun 2025 oleh juru bicara fraksi, Niswatus Sholikhah.
“Sesuai LKPJ Bupati Blitar Tahun 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Blitar turun dari 4,77 persen pada 2024 menjadi 4,49 persen pada 2025. Namun angka ini masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan TPT Provinsi Jawa Timur pada Agustus 2025 yang sudah mencapai 3,88 persen,” ujarnya.
Menurut Niswatus, kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya penurunan pengangguran di Kabupaten Blitar belum optimal dan memerlukan langkah yang lebih strategis serta terukur.
Fraksi Partai Golkar menilai pemerintah daerah perlu membedah secara rinci penyebab tingginya TPT, terutama terkait kesesuaian antara lapangan pekerjaan dengan kualifikasi tenaga kerja yang tersedia.
“Pemerintah Kabupaten Blitar perlu membreakdown penyebab angka TPT, khususnya terkait kesesuaian antara lapangan pekerjaan dengan kualifikasi tenaga kerja. Dengan begitu, ke depan diharapkan dapat menunjukkan tren penurunan yang lebih signifikan,” tegasnya.
Selain itu, perluasan lapangan kerja dinilai menjadi solusi utama dalam menekan angka pengangguran, khususnya bagi masyarakat usia produktif di Kabupaten Blitar.
Untuk itu, pemerintah daerah didorong lebih aktif menggandeng sektor swasta guna meningkatkan investasi yang relevan dengan potensi daerah.
“Pemerintah harus berperan aktif dalam menarik investasi yang sesuai dengan potensi dan skala prioritas daerah. Investasi dari pihak swasta tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Niswatus.
Fraksi Partai Golkar juga meminta kejelasan arah kebijakan terkait sektor-sektor potensial yang dapat dikembangkan sebagai peluang investasi di Kabupaten Blitar, agar dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
“Kami ingin mendapatkan penjelasan yang komprehensif mengenai potensi atau sektor investasi apa saja yang memungkinkan untuk dikembangkan di Kabupaten Blitar. Tentu yang kami harapkan adalah investasi yang inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat,” pungkasnya. [owi/beq]






