Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mencatat telah menangani 77 insiden kedaruratan sepanjang periode libur Lebaran, yakni pada 18 hingga 24 Maret 2026.
Dari puluhan kasus tersebut, laporan bantuan evakuasi hewan liar menjadi yang paling mendominasi dengan 29 kasus, disusul oleh insiden kebakaran sebanyak 17 kasus.
Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa tren penanganan kali ini memang bergeser ke arah evakuasi, terutama ular, yang jumlahnya meningkat seiring faktor musim.
Sementara itu, untuk kasus kebakaran, skalanya cenderung kecil karena sebagian besar titik api saat kejadian sudah berhasil ditangani secara mandiri oleh warga sebelum petugas tiba.
“Kebakaran memang ada, tetapi jumlahnya relatif kecil. Bahkan saat petugas tiba, sebagian besar sudah ditangani warga, sehingga kami hanya melakukan pembasahan dan pengecekan,” ujar Laksita Rini pada Senin (30/3/2026).
Selain evakuasi hewan dan kebakaran bangunan, petugas juga sigap menangani berbagai kejadian lain, seperti kendaraan terbakar hingga kecelakaan mobil terbalik di jalanan Surabaya.
Tingginya angka laporan evakuasi ini, menurut Rini, menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan masyarakat akan layanan penyelamatan nonkebakaran kini semakin meningkat.
“Untuk menjamin keamanan kota, petugas Damkar tetap bersiaga penuh 24 jam dengan sistem kerja bergilir tanpa jeda meskipun di masa libur panjang. Hasilnya, sebaran penanganan terpantau merata di seluruh wilayah Surabaya dengan waktu tanggap (response time) rata-rata yang sangat cepat, yakni hanya sekitar 6,5 menit,” jelasnya.
Rini juga menambahkan bahwa efektivitas ini turut didukung oleh modernisasi peralatan, mulai dari penggunaan robot pemadam hingga kendaraan berteknologi Compressed Air Foam System (CAFS) untuk risiko tinggi seperti di kawasan industri.
Dan menariknya, lanjut Rini, meningkatnya kepercayaan publik terhadap Damkar membuat warga tidak ragu melapor untuk hal-hal unik seputar kedaruratan, mulai dari pintu rumah yang macet terkunci hingga evakuasi ular kecil.
Sebagai penutup, DPKP Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya dan selalu memanfaatkan layanan darurat 112 atau nomor WhatsApp 081-131-112-112 demi penanganan yang cepat dan tepat.
“Masyarakat dapat segera meminta bantuan petugas melalui Call Center 112 atau nomor layanan 081131112112 untuk mendapatkan penanganan darurat secara cepat dan tepat,” tutupnya. (rma/kun)






