Blitar (beritajatim.com) – Dinamika politik di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar memasuki babak baru. Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Blitar tahun 2026 yang digelar hari ini memunculkan kejutan besar, yakni tidak adanya nama Rini Syarifah dalam daftar bakal calon ketua DPC PKB periode mendatang.
Muscab yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun A.S. Rijal, ini menetapkan lima nama kader terbaik yang akan memperebutkan kursi kepemimpinan partai berlambang bola dunia tersebut. Hilangnya nama Rini Syarifah, yang merupakan petahana sekaligus Bupati Blitar, menjadi diskursus hangat di kalangan pengamat politik lokal sebagai sinyal adanya regenerasi atau reposisi kekuatan politik di Bumi Penataran.
“Tadi disepakati lima nama untuk menjadi bakal calon dan sudah disetujui menjadi bakal calon. Jadi, lima bakal calon yang diusulkan ini yang akan menjalani dua tahap fit and proper test,” ungkap Cucun, pada Sabtu (28/03/2026).
Panitia Muscab telah memverifikasi lima sosok yang dianggap merepresentasikan berbagai lini kekuatan partai, mulai dari basis pemuda hingga jaringan provinsi. Berikut adalah profil kelima kandidat tersebut:
- Muhammad Rifa’i (Representasi Kader Progresif)
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar ini dikenal sebagai sosok muda yang dekat dengan konstituen milenial dan kalangan mahasiswa (PMII). Rifa’i dinilai sukses membangun citra sebagai pembela program kerakyatan, termasuk pengawalan intensif terhadap kebijakan makan bergizi gratis di daerah. - Lutfi Aziz / Kaji Lut (Kekuatan Akar Rumput)
Menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB dan Ketua Komisi II DPRD, Kaji Lut memegang kendali basis massa yang solid, terutama di wilayah Blitar Barat (Dapil 3). Latar belakangnya sebagai mantan Ketua GP Ansor menjadikannya figur kunci dalam mengonsolidasi kekuatan pemuda Nahdliyin. - Ahmad Tamim / Gus Tamim (Jembatan Wilayah)
Kehadiran anggota DPRD Jawa Timur ini memberikan warna berbeda. Gus Tamim dipandang sebagai sosok “pendekar” yang mampu menyinkronkan kebijakan di tingkat provinsi dengan kebutuhan di akar rumput Blitar. Pencalonannya mengisyaratkan keinginan DPP untuk memperkuat struktur hierarki partai. - Nur Fathoni (Sang Maestro Legislasi)
Sebagai legislator empat periode, pengalaman Nur Fathoni di parlemen tidak perlu diragukan. Keahliannya dalam merumuskan regulasi daerah dan jam terbang politik yang tinggi menjadikannya kandidat yang sangat diperhitungkan secara taktis. - Nasa Barcelona (Wajah Dinamis)
Anggota DPRD Kabupaten Blitar ini memiliki rekam jejak politik yang menarik. Pernah berada di lingkaran PDIP sebelum berlabuh ke PKB, Nasa membawa perspektif inklusif dan jaringan politik lintas batas dalam bursa calon kali ini.
Ketidakhadiran nama Rini Syarifah dalam bursa calon ketua memicu spekulasi mengenai arah koalisi dan strategi PKB menjelang agenda politik besar mendatang. Kehadiran Waketum DPP, Cucun A.S. Rijal, menunjukkan betapa strategisnya posisi Kabupaten Blitar dalam peta politik nasional PKB.
“Kita punya indikator-indikator khusus yang tidak bisa kami ungkapkan di sini. Kami punya di antaranya soal kaderisasinya, kemudian rekam jejaknya yang dikombinasikan dengan tadi tes kemampuan akademisnya,” tegasnya.
Kini patut dinanti siapa yang bakal keluar menjadi Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar untuk periode mendatang. Yang jelas, Ketua PKB Kabupaten Blitar terpilih akan diumumkan pada 23 Juni mendatang. (owi/kun)







2 Komentar
byuhh, mak e jek panggah mesam mesem. wes gak sido penjara e mak ? dam kalibentak saman wes sukses lolos ko jerat hukum.
Kadung dienteni lho
mak Rini kok mesem, wes bebas ko kasus dam KALIBENTAK ye ??