Pasuruan (beritajatim.com) – Harga cabai di wilayah Pasuruan mengalami penurunan signifikan usai sempat melonjak tajam selama masa Lebaran 2026. Berdasarkan data Siskaperbapo Jawa Timur, harga cabai rawit merah yang sebelumnya mencapai Rp92.066 per kilogram kini mulai melandai dan kembali menuju harga normal per Sabtu (28/3/2026).
Penurunan harga paling drastis terjadi pada periode 24 hingga 25 Maret 2026. Dalam kurun satu hari, harga cabai rawit merah tercatat merosot hingga 36 persen. Tren penurunan ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas harga bahan pokok di tingkat pasar tradisional.
Tidak hanya cabai rawit, harga cabai merah besar dan cabai merah keriting juga ikut turun. Saat ini, kedua komoditas tersebut dijual di kisaran Rp30.000 hingga Rp30.500 per kilogram.
Salah satu pedagang di Pasar Bangil, Ayu, mengungkapkan bahwa lonjakan harga sebelumnya sempat membebani konsumen. Bahkan, harga cabai rawit merah pernah menembus angka Rp120 ribu per kilogram.
“Cabai rawit memang sempat naik signifikan bahkan pernah saya jual sampai harga Rp120 ribu per kilogram, namun saat ini sudah menyentuh harga sebelum Lebaran,” ujarnya.
Kondisi pasar kini mulai menunjukkan stabilitas. Minat beli masyarakat terhadap cabai sebagai bumbu dapur utama kembali meningkat, seiring dengan membaiknya pasokan dari tingkat tengkulak ke pasar tradisional.
Kepala UPT Pasar Bangil, Iwan, menjelaskan bahwa lonjakan harga sebelumnya dipicu oleh terganggunya distribusi selama libur panjang Lebaran. Banyaknya tenaga pengantar barang yang mudik menyebabkan pasokan tersendat, sementara permintaan masyarakat justru meningkat.
“Lonjakan harga kemarin karena distribusi barang tidak jalan akibat banyak yang mudik, namun saat ini harga cabai sudah kembali normal pada Sabtu,” tegasnya.
Ia menambahkan, normalisasi distribusi menjadi faktor utama turunnya harga cabai di Pasuruan. Pasokan yang kembali lancar membuat ketersediaan barang di pasar meningkat dan harga berangsur stabil.
Secara teknis, harga cabai merah besar bahkan sempat mengalami penurunan hingga 13,27 persen pada akhir pekan ini sebelum terkoreksi tipis. Meski sempat fluktuatif, tren harga secara keseluruhan kini bergerak ke arah yang lebih terjangkau bagi masyarakat. [ada/beq]






