Blitar (beritajatim.com) – Ambisi Kota Blitar dalam mengawal program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto memasuki fase krusial. Sejumlah armada truk resmi disalurkan untuk memperkuat distribusi kebutuhan pokok sekaligus menguji kesiapan pengelolaan koperasi di tingkat kelurahan.
Penyerahan armada tersebut berlangsung di halaman KDMP Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul. Total 21 koperasi yang telah berdiri di seluruh kelurahan di Kota Blitar kini mendapat dukungan logistik untuk mempercepat perputaran ekonomi kerakyatan.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyebut progres pembangunan KDMP di wilayahnya tergolong cepat dibandingkan daerah lain. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.
Menurutnya, tantangan utama justru terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola koperasi dan aset yang telah diberikan.
“Harapan saya, armada ini dikelola secara profesional oleh SDM yang kompeten. Kendaraan ini harus digunakan sesuai kebutuhan usaha koperasi, terutama mempercepat distribusi kebutuhan pokok,” tegas Syauqul Muhibbin.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kewaspadaan agar bantuan dari pemerintah pusat tidak berubah menjadi beban akibat lemahnya manajemen maupun tingginya biaya operasional yang tidak diimbangi produktivitas.
Di sisi lain, keberadaan armada truk diharapkan mampu mempercepat distribusi logistik dan memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.
Dengan mayoritas dari 21 KDMP telah siap beroperasi, Pemerintah Kota Blitar optimistis integrasi antara program nasional dan implementasi lokal dapat berjalan efektif serta mendorong ketahanan ekonomi daerah.
“Secara progres, pembangunan KDMP di Kota Blitar tergolong cepat. Hanya tinggal memenuhi perlengkapan di beberapa titik. Kami optimistis ekonomi Kota Blitar akan semakin tangguh,” tambahnya. [owi/beq]






