Tulungagung (beritajatim.com) – Tingkat hunian atau okupansi hotel di Tulungagung mengalami peningkatan selama musim libur Lebaran tahun ini. Kenaikan okupansi ini bahkan mencapai 90 persen dibanding hari biasa.
Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tulungagung, Erry Fauriantoko mengatakan, tingkat okupansi hotel di Tulungagung sudah menunjukan tren kenaikan sejak sebelum Lebaran. Pada tanggal 19 sampai 20 Maret 2026 tingkat okupansi hotel di Tulungagung mencapai 60 hingga 65 persen.
“Sebelum Lebaran banyak hotel di Tulungagung yang mengalami kenaikan okupansi. Rata-rata diangka 60-65 persen kamar hotel sudah terisi,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Bahkan pada saat Lebaran tingkat okupansi hotel di Tulungagung mengalami kenaikan signifikan. Mulai diangka 80 hingga 93 persen tingkat hunian hotel terisi.
“Pada tanggal 21 sampai 23 Maret 2026, tingkat okupansi hotel mencapai 80 hingga 90 persen. Bahkan beberapa hotel juga ada yang menyentuh angka 93 persen,” terangnya.
Rata-rata hotel di Tulungagung memiliki 70 sampai 80 kamar. Dan pada momen Hari Raya Idul Fitri, hampir semua kamar sudah penuh oleh pengunjung.
“Paling banyak pengunjung itu dari luar Tulungagung,” jelasnya.
Biasanya pemudik dari luar Tulungagung lebih memilih tinggal di hotel karena beberapa alasan. Salah satunya, kondisi rumah yang dituju memiliki keterbatasan kamar.
“Biasanya rumah di kampung itu kamarnya terbatas. Sehingga pemudik lebih nyaman tinggal di hotel,” paparnya.
Apalagi saat momen Lebaran banyak hotel di Tulungagung memberikan promo harga lebih murah. Sehingga banyak pemudik yang tertarik untuk tinggal di hotel sementara waktu.
“Tentu hotel akan memberikan promo saat Lebaran. Pengunjung akan mengambil 2 sampai 3 hari agar mendapat potongan harga,” pungkasnya. [nm/but]






