Madiun (beritajatim.com) —Rekaman video yang memperlihatkan insiden antara oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun Kota dengan kru bus pariwisata di Simpang Lima atau Proliman, Kota Madiun, viral di media sosial, Senin (23/3/2026).
Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @medhioen.ae dan memperlihatkan suasana tegang di lokasi kejadian. Dalam rekaman itu, tampak sejumlah petugas dan awak bus terlibat adu mulut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula saat sebuah bus pariwisata PO Pesona Handayani berplat AB 7542 UA hendak melintas di kawasan kota. Petugas Satlantas kemudian melarang bus tersebut masuk dan meminta sopir untuk putar balik.
Saat melakukan manuver putar balik, bus diduga menyenggol salah satu anggota Satlantas yang tengah bertugas. Insiden tersebut memicu reaksi dari anggota lain di lokasi.
Beberapa oknum petugas diduga meluapkan emosi kepada sopir bus dengan kata-kata keras dan menunjuk-nunjuk sopir. Situasi semakin memanas ketika kernet bus turun dari kendaraan. Dalam video, kernet tampak didorong oleh salah satu petugas sebelum akhirnya diamankan dan dibawa menuju mobil patroli oleh beberapa anggota lainnya.
Ketegangan berlanjut setelah sopir bus meminggirkan kendaraannya dan turun untuk menghampiri petugas. Namun, sopir tersebut juga diduga mendapat perlakuan serupa seperti kernet, yakni didorong oleh oknum anggota Satlantas di lokasi kejadian.
Peristiwa ini pun menuai beragam reaksi dari warganet ada yang mengecam dan ada yang mendukung sikap anggota polisi tersebut. Dan sebagian ada juga yang mempertanyakan profesionalitas petugas dalam menangani situasi di lapangan, sementara lainnya meminta agar pelanggaran oleh bus juga ditindak tegas.
“Lah katanya polantas….. Harusnya kan tau apa itu namanya BLINDSPOT mobil gede koyok ngono kui…..yo ora usah ngamuk2 ngono pak pol….kalo dr posisine patut dicurigai polisine ada di area blindspot bis kui….opo neh kui bis pariwisata yg pastine tamune kota madiun,” tulis akun @hoby_history.
Sementara itu, komentar lain meminta ketegasan aparat. “Tindak tegas, Pak,” tulis akun @ali-husyirn-1927.
Ada pula warganet yang menyampaikan harapan agar situasi dapat disikapi dengan bijak. “Semoga Pak Polisi segera diberikan kesembuhan tanpa meninggalkan sedikit apapun. Untuk pelaku semoga segera diberikan hidayah. Karena pada dasarnya di momen Lebaran ini semua ingin bahagia menikmati bersama keluarga,” tulis akun @Setyawanerick25.
Hingga berita ini ditulis, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Madiun Kota, AKP Nanang Cahyono, belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian dalam video yang viral tersebut. Saat dikonfirmasi Selasa (24/3/2026) melalui pesan singkat, yang bersangkutan tidak menjawab pesan singkat tersebut. [rbr/suf]






