Pasuruan (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, pergerakan pemudik di jalur utama Jawa Timur mulai menunjukkan lonjakan signifikan. PT Jasamarga Gempol Pasuruan (JGP) mencatat sebanyak 116.724 kendaraan telah melintasi Ruas Tol Gempol-Pasuruan pada periode H-10 hingga H-5 lebaran (11–16 Maret 2026).
Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 6,86% dibandingkan lalu lintas normal yang biasanya berada di angka 109.227 kendaraan. Jika disandingkan dengan periode mudik tahun 2025, volume kendaraan tahun ini juga mengalami pertumbuhan sebesar 6,48%.
Berdasarkan data operasional PT JGP, Gerbang Tol (GT) Pasuruan menjadi titik tersibuk. Tercatat sebanyak 26.442 kendaraan keluar (exit) dan 27.279 kendaraan masuk (entrance) melalui gerbang ini, dengan kenaikan rata-rata menyentuh angka 10%.
Lonjakan tajam juga terjadi di GT Bangil, di mana arus kendaraan keluar melonjak hingga 11,12% dibandingkan hari biasa.
Sementara itu, GT Grati yang merupakan titik paling timur di ruas ini mencatat sedikit penurunan pada arus masuk (entrance) sebesar -0,35%, meski arus keluar tetap tumbuh positif.
Menyikapi tren kenaikan volume kendaraan yang diprediksi akan terus meningkat hingga puncak arus mudik, PT Jasamarga Gempol Pasuruan menekankan pentingnya kesiapan pengguna jalan.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan mengisi bahan bakar serta daya sebelum memulai perjalanan. Pastikan juga saldo kartu uang elektronik mencukupi agar tidak terjadi antrean di gerbang tol,” tulis manajemen PT JGP dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).
Para pemudik juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah. Fasilitas tempat istirahat (rest area) telah disiagakan untuk menjamin kenyamanan pengguna jalan.
Bagi pengguna jalan yang membutuhkan informasi real-time atau bantuan darurat, Jasa Marga menyediakan layanan One Call Center 24 Jam di nomor 14080 (atau 133 sesuai rilis resmi) serta aplikasi Travoy yang tersedia di iOS dan Android.[rea]






