Surabaya, (beritajatim.com) – Dalam setiap acara pernikahan, kita sering menyaksikan saat yang mengharukan ketika sepasang merpati putih dilepaskan ke udara. Di balik keindahan yang menawan, tradisi ini menyimpan makna mendalam yang telah diwariskan dari generasi ke generasi serta dari berbagai budaya. Merpati putih bukan hanya hiasan dalam acara tersebut, melainkan lambang doa yang diwujudkan dalam gerakan sayapnya.
Simbol Monogami yang Abadi
Salah satu alasan utama mengapa merpati dijadikan simbol pernikahan adalah sifat biologisnya. Merpati dikenal sebagai hewan yang setia; mereka hanya memiliki satu pasangan selama hidupnya. Dalam konteks pernikahan, pelepasan merpati berfungsi sebagai pengingat bagi pasangan pengantin tentang pentingnya komitmen dan kesetiaan yang takkan tergoyahkan sampai akhir hidup.
Kesucian dan Ketulusan Niat
Warna putih pada bulu merpati secara umum melambangkan kesucian dan ketulusan. Ini mencerminkan permulaan hidup baru yang dimulai dengan hati yang bersih. Melepaskan burung ini menunjukkan bahwa cinta yang disatukan pada hari itu didasarkan pada niat yang murni, tanpa pamrih, dan penuh harapan untuk menciptakan kedamaian di dalam rumah tangga.
[irp posts=”1487410″ ]
Filosofi “Tahu Jalan Pulang”
Merpati memiliki insting yang luar biasa dalam menemukan jalan kembali ke sarangnya, tak peduli seberapa jauh mereka terbang. Simbolisme ini sangat relevan bagi pasangan suami istri. Ini mengandung pesan bahwa meskipun badai kehidupan membawa mereka jauh atau menghadapi kesulitan, rumah dan pasangan akan selalu menjadi tempat untuk kembali dan mencari perlindungan.
Harapan dan Kebebasan Baru
Saat kedua burung melesat tinggi ke langit biru, itu melambangkan perubahan hidup. Dari kehidupan lajang menuju kemandirian sebagai sebuah keluarga baru. Mereka terbang bersama, menghentakkan sayap dengan ritme yang sama, menunjukkan bahwa pernikahan memerlukan kolaborasi dan harmoni untuk meraih tujuan hidup yang lebih tinggi.
Tradisi melepaskan merpati putih tetap menjadi elemen penting dalam keindahan pernikahan modern karena maknanya yang tak lekang oleh waktu. la berfungsi sebagai pengingat visual bagi pengantin dan para tamu bahwa cinta sejati memerlukan kesetiaan, komunikasi, dan tujuan yang jelas agar dapat bertahan dalam perjalanan kehidupan. [Nickma Tsany Byan Leonartha]






