Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto untuk terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan dalam Sarasehan Pengembangan Pariwisata yang digelar di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto.
Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menjelaskan, penguatan sektor pariwisata menjadi strategi penting pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki keterbatasan sumber daya alam sehingga sektor jasa dan perdagangan menjadi potensi utama yang harus dioptimalkan.
Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto sempat melambat pada 2023 hingga berada di angka 2,79 persen. Kondisi tersebut dipicu oleh penutupan beberapa pabrik rokok yang berdampak pada aktivitas ekonomi daerah. Berdasarkan data terbaru, perekonomian Kota Mojokerto kini kembali menunjukkan tren positif.
Ning Ita menambahkan, pengembangan pariwisata memiliki dampak luas terhadap berbagai sektor lain, mulai dari UMKM, industri kreatif, perhotelan, hingga transportasi. Dari sekitar 29 ribu UMKM di Kota Mojokerto, lebih dari 16 ribu di antaranya bergerak di sektor kuliner yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas pariwisata.
“Seperti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, naiknya tingkat hunian hotel, hingga bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Kalau kita kelola dengan baik, data menunjukkan progres yang positif. Kunjungan wisatawan meningkat, tingkat hunian hotel bertambah, dan PAD dari sektor pariwisata juga terus naik,” katanya.
Ke depan, Pemkot Mojokerto juga akan menggelar program One OPD One Event sebagai upaya menarik lebih banyak investor sekaligus meningkatkan aktivitas pariwisata di daerah. Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap sektor pariwisata dapat menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto secara berkelanjutan. [tin/but]







