Gresik (beritajatim.com) – Kepanikan melanda warga Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, setelah sebuah tempat penggilingan padi (selep) tiba-tiba dilalap kobaran api. Kebakaran diduga dipicu percikan api saat proses pengeringan pelet di dalam oven.
Api dengan cepat membesar dan menyambar tumpukan padi di gudang penyimpanan, sehingga memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 17.52 WIB oleh seorang warga bernama Sayyid kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gresik Pos Menganti.
Perwira Piket Damkar Gresik, Rizal S. Nugroho, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Petugas berangkat sekitar pukul 17.54 WIB dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 18.36 WIB untuk segera melakukan penanganan kebakaran,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Kebakaran tersebut diduga bermula dari percikan api pada oven yang kemudian membakar tempat penggilingan padi milik Saji, warga setempat.
Menurut Rizal, kualitas pelet yang kurang baik diduga memicu munculnya percikan api yang kemudian menyambar bahan-bahan mudah terbakar di sekitarnya.
“Diduga karena kualitas pelet kurang baik sehingga menimbulkan percikan api. Percikan tersebut kemudian menjalar dan membakar tumpukan padi di gudang penyimpanan,” jelasnya.
Mengetahui adanya kebakaran, pemilik usaha langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Sayyid yang merupakan salah satu personel Pos Damkar Menganti. Informasi itu kemudian diteruskan kepada petugas yang sedang bertugas.
Setibanya di lokasi, tim damkar langsung melakukan size up atau penilaian kondisi di lapangan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) sebelum memulai proses pemadaman.
Petugas kemudian fokus melakukan pemadaman pada area penggilingan padi yang terbakar.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, tim melanjutkan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Api berhasil dipadamkan dan proses penanganan selesai sekitar pukul 19.28 WIB,” terang Rizal.
Penanganan kebakaran tersebut melibatkan empat personel Pos Damkar Menganti dengan dukungan dua unit kendaraan pemadam, yakni satu mobil semprot dan satu unit water supply.
Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan.
Rizal juga mengungkapkan bahwa kejadian ini menjadi kebakaran pertama yang tercatat di Kabupaten Gresik pada bulan Maret 2026.
Sementara itu hingga pertengahan Maret, Dinas Damkar Gresik mencatat telah menangani 49 kejadian penyelamatan (rescue) di berbagai wilayah. [dny/but]






