Gresik (beritajatim.com) – Tradisi Malam Selawe di bulan suci Ramadan kembali digelar meriah di kawasan area makam Sunan Giri. Tahun ini, perayaan yang selalu dinanti masyarakat tersebut hadir dengan nuansa berbeda karena menghadirkan puluhan stan UMKM yang menjual jajanan tradisional khas Gresik.
Camat Kebomas Gresik, Tri Joko Efendi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Malam Selawe tahun ini akan memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Di depan kantor kecamatan, pihaknya menyiapkan sekitar 50 hingga 60 stan UMKM yang secara khusus menjajakan berbagai jajanan khas Gresik tempo dulu serta makanan sehat.
Menurutnya, kehadiran stan tersebut tidak sekadar memeriahkan tradisi tahunan Ramadan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat agar memberikan makanan yang bergizi dan sehat. Harapannya, anak-anak kita di masa depan bisa tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Selain menghadirkan bazar kuliner, Pemerintah Kecamatan Kebomas juga mendorong program satu desa satu produk unggulan sebagai langkah untuk memperkuat potensi UMKM di setiap desa.
Dengan program tersebut, setiap desa diharapkan mampu memiliki produk khas yang dapat dikenalkan kepada wisatawan yang datang ke Gresik. “Ketika ada wisatawan datang, desa tersebut bisa memperkenalkan produk UMKM yang menjadi kekhasan wilayahnya,” kata Tri.
Melalui event Malam Selawe ini, masyarakat diharapkan kembali merindukan berbagai jajanan tradisional khas Gresik yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai budaya dan kesehatan. Tak hanya bazar kuliner, rangkaian kegiatan religius juga akan dipusatkan di Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri.
Dalam kegiatan tersebut akan digelar munajat bersama serta pembacaan 1.000 Surat Al-Ikhlas oleh para jamaah yang hadir.
Sebagai bentuk kebersamaan, panitia juga menyiapkan 2.000 porsi nasi kebuli serta 500 kupat keteq yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Pembagian kupat keteq ini menjadi bentuk apresiasi setelah tradisi Malam Selawe dan Kupat Keteq ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Kabupaten Gresik. Acara tahunan ini juga direncanakan dihadiri oleh Bupati Fandi Akhmad Yani dan jajaran Forkopimda setempat.
Tradisi Malam Selawe sendiri menjadi salah satu agenda religi dan budaya terbesar di Gresik setiap bulan Ramadan, yang selalu dipadati jamaah dari berbagai daerah untuk berdoa sekaligus menikmati kuliner tradisional khas kota santri tersebut. (dny/kun)






