Kediri (beritajatim.com) – Manajemen Bandara Dhoho Kediri menyiapkan berbagai fasilitas untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026, termasuk pembentukan posko layanan bagi para pemudik.
General Manager Bandara Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra menjelaskan persiapan tersebut dilakukan sesuai arahan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
“Untuk persiapan bandara Kediri kita sesuai dengan arahan dari Kementerian Perhubungan, kita menyiapkan posko yaitu H-7 sampai H+10. Jadi segala sesuatunya kita siapkan untuk melayani pemudik, semua fasilitas dan tematik Ramadan juga kami tampilkan,” jelasnya, pada Jumat (13/3/2026).
Selain memastikan kesiapan fasilitas layanan penumpang, pihak bandara juga menghadirkan nuansa Ramadan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para penumpang selama masa arus mudik.
“Seperti nanti ada experience Ramadan seperti ada musik-musik Islami yang akan kami tampilkan pada pertengahan nanti posko,” ujarnya.
Selama periode angkutan Lebaran tahun ini, Bandara Dhoho Kediri melayani penerbangan dengan total sekitar 22 pergerakan pesawat, baik kedatangan maupun keberangkatan. “Selama Lebaran itu ada sekitar 22, atau 11 pesawat. Jadi datang dan berangkat ada 22,” kata Rahmat Yoni.
Rute penerbangan yang dilayani saat ini masih didominasi tujuan Jakarta. Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat untuk menggunakan transportasi udara dari Bandara Kediri cukup tinggi. Bahkan tingkat keterisian kursi penerbangan sudah mencapai kapasitas penuh menjelang Lebaran.
“Antusias sekali karena dari sebelum Lebaran H-5 sudah full. Untuk kapasitas sudah 100 persen,” ungkapnya.
Tingkat keterisian tersebut diperkirakan tetap tinggi hingga setelah Lebaran. Penerbangan pada H+5 bahkan sudah terisi penuh, sementara hingga akhir bulan rata-rata okupansi mencapai sekitar 80 persen.
Peningkatan permintaan penumpang juga diikuti penambahan frekuensi penerbangan oleh maskapai. “Sudah ada penambahan frekuensi dari tiga kali ke empat kali per tanggal 8,” jelas Rahmat Yoni.
Namun demikian, terkait kemungkinan penambahan penerbangan berikutnya masih menjadi kewenangan pihak maskapai. “Kalau terkait penambahan lagi itu kewenangan airline. Airline akan melihat visibilitasnya perlu atau tidak,” tambahnya. [nm/kun]






