Madura (beritajatim.com) – Kecepatan arus informasi di era digital menuntut organisasi untuk memiliki ketahanan komunikasi yang mumpuni. Menanggapi tantangan tersebut, Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas di wilayah Jawa Timur sukses menyelenggarakan Webinar Ramadhan PR Connect #series3 bertajuk “Kolaborasi dalam Komunikasi Krisis di Era Digital” pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan daring ini merupakan hasil sinergi lintas wilayah antara BPC Perhumas Surabaya Raya, Malang Raya, Madura, dan Pawitandirogo. Sebanyak lebih dari 200 peserta yang terdiri dari praktisi humas, akademisi, hingga mahasiswa antusias menyimak diskusi hingga akhir sesi.
Ketua BPC Perhumas Madura, Dr. Dewi Quraisyn, S.Pd.I., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengelolaan krisis tidak lagi bisa dilakukan secara sektoral.
“Krisis tidak mengenal waktu dan bisa terjadi kapan saja. Karena itu, komunikasi dalam situasi krisis harus dilakukan secara kolaboratif, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujar Dewi menekankan pentingnya ruang belajar bersama bagi para komunikator.
Narasumber utama, Moch. Imron Rosyidi, M.Sc., yang merupakan akademisi sekaligus Koordinator Bidang Litbang BPC Perhumas Madura, menyoroti peran vital modal sosial dalam menghadapi krisis. Menurutnya, di tengah disrupsi informasi, kepercayaan publik dan jaringan relasi adalah aset yang paling berharga.
“Modal sosial menjadi faktor yang sangat penting. Kepercayaan publik serta hubungan yang kuat antar berbagai pihak akan sangat membantu dalam mengelola informasi sekaligus menjaga reputasi organisasi ketika menghadapi krisis,” jelas Imron dalam paparannya.
Webinar seri ketiga ini merupakan kelanjutan dari seri sebelumnya yang membahas mengenai Omnichannel Public Relations. Program Ramadhan PR Connect Webinar Series ini menjadi bukti nyata komitmen Perhumas di Jawa Timur untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas praktisi komunikasi melalui forum berbagi pengetahuan lintas sektor.[rea]






