Jombang (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan pemantauan pasar murah di Balai Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, pada Rabu (11/3/2026).
Pasar murah yang digelar untuk mengendalikan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan di Jawa Timur ini menjual berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau. Sejumlah produk yang dijual antara lain beras, minyak goreng, telur, tepung, serta paket cabai.
Para pembeli yang hadir di pasar murah tersebut telah memperoleh kupon sebelumnya, yang memungkinkan mereka untuk membeli bahan-bahan pokok dengan harga murah. Khofifah juga memberikan perhatian khusus kepada para lansia. “Memang untuk kelompok lansia kita berikan beras secara gratis,” kata Khofifah, disertai dengan senyum hangat.
Yulzilatin (72) dan Wiwik (63), dua lansia yang hadir di acara tersebut, mengungkapkan rasa terima kasih mereka ketika menerima beras gratis dari Khofifah. “Terima kasih bu Gubernur, saya mendapatkan beras gratis,” ujar keduanya, hampir bersamaan. Hal serupa juga dirasakan oleh ratusan lansia lainnya yang turut menerima bantuan beras gratis.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga membeli produk makanan ringan hasil produksi Industri Kecil Menengah (IKM) setempat, yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir di lokasi. Meski suasana cukup padat, semangat kebersamaan dan kegembiraan tampak jelas di wajah para pengunjung yang berdesakan untuk mendapatkan bahan pokok dan makanan ringan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Khofifah didampingi oleh Bupati Jombang Warsubi, dan Ketua Tim Penggerak PKK, Yuliati Nugrahani. Gubernur perempuan ini menjelaskan bahwa pasar murah ke-47 yang digelar oleh Pemprov Jatim bertujuan untuk melengkapi kegiatan yang telah dilakukan oleh bupati/wali kota di tingkat kecamatan.
“Kami hanya ingin penjangkauan logistik ke masyarakat. Juga memberikan keterjangkauan harga bagi masyarakat,” jelas Khofifah.
Lebih lanjut, Khofifah menekankan bahwa pasar murah ini tidak dimaksudkan untuk menjadi pesaing pasar tradisional, melainkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama menjelang Idulfitri yang diperkirakan akan terjadi lonjakan kebutuhan pangan.
“Untuk yang usia 60 tahun ke atas atau lansia kita berikan beras secara gratis. Sedangkan untuk balita dan ibu hamil, gratis paket telur,” pungkasnya. [suf]






