Pasuruan (beritajatim.com) – Mensos (Menteri Sosial) Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, untuk memperkuat kemandirian ekonomi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa (10/3/2026). Dalam agenda tersebut, Gus Ipul menggandeng Kementerian Koperasi guna meluncurkan program integrasi bantuan sosial dengan penguatan ekonomi kerakyatan.
Fokus utama kunjungan ini adalah mendorong transformasi penerima bantuan agar perlahan-lahan bisa lepas dari ketergantungan bantuan pemerintah atau graduasi. Sinergi lintas kementerian ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Sebagai langkah nyata pemberdayaan, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan khusus berupa paket ayam petelur kepada 100 keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). “Kami memberikan bantuan satu paket ayam petelur yang diharapkan secara hitung-hitungan mereka bisa mendapatkan tambahan Rp20.000 setiap harinya,” ujar Gus Ipul).
Bantuan ternak ini dirancang sebagai sumber penghasilan harian yang dapat menopang kebutuhan pokok keluarga di samping bantuan tunai rutin. Pemerintah optimis bahwa pemanfaatan aset produktif seperti ayam petelur akan mempercepat proses peningkatan kesejahteraan warga di wilayah pesisir Pasuruan.
Gus Ipul menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari skema perlindungan sosial yang selama ini hanya bersifat pemberian bantuan dasar. Dengan adanya bantuan fisik berupa ternak, keluarga prasejahtera diharapkan memiliki modal usaha untuk menjadi lebih mandiri dan naik kelas.
Selain pemberian bantuan ayam, para penerima manfaat juga didorong untuk bergabung menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih. “Kita harapkan jumlah yang lulus atau naik kelas dari penerima manfaat ini secara bertahap bisa menjadi keluarga yang lebih sejahtera,” tambah mantan Wakil Gubernur Jatim tersebut.
Untuk mempermudah warga masuk ke dalam ekosistem koperasi, iuran pokok keanggotaan dilaporkan akan ditanggung oleh pihak kementerian terkait. Warga hanya cukup menyisihkan sebagian kecil dari bantuan sosial mereka untuk simpanan wajib bulanan sebagai bentuk tabungan masa depan.
Keberhasilan proyek percontohan di Kecamatan Lekok ini nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah untuk melakukan duplikasi di wilayah lain di Indonesia. Sinergi antara bantuan ternak dan sistem koperasi diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem secara nasional. [ada/suf]






