Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 200 orang yang berprofesi sebagai marbot, guru ngaji, penggali kubur, hingga pengumpul sampah menerima santunan dalam kegiatan bakti sosial bertajuk “Jalinan Kasih Ramadhan” di kawasan kuliner Livin Mandiri Surabaya, Senin (9/3/2026).
Aksi religi yang diinisiasi oleh komunitas sosial Ikatan Perempuan Indonesia Peduli (IPIP) ini bertujuan meringankan beban ekonomi kelompok pekerja informal menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara langsung dengan menyasar figur-figur yang dinilai memiliki peran besar di masyarakat namun sering kali luput dari perhatian publik. Setiap penerima manfaat mendapatkan santunan berupa uang tunai sebesar Rp400.000 serta paket sembako senilai Rp200.000 untuk menopang kebutuhan pokok keluarga selama bulan suci.
Ketua Umum IPIP, Asrilia Kurniati, menegaskan bahwa agenda ini merupakan program tahunan yang konsisten dijalankan sebagai bentuk kepedulian nyata komunitas terhadap sesama. Pemilihan waktu pelaksanaan pun sengaja dilakukan mendekati Lebaran agar dampak bantuan lebih terasa bagi para penerima.
“Kegiatan ini merupakan bakti sosial akbar yang rutin kami adakan setiap Ramadhan, sekitar 10 hari hingga satu pekan menjelang Lebaran,” kata Asrilia Kurniati di sela acara, Senin (9/3/2026).
Asrilia menjelaskan, pada Ramadan tahun ini IPIP melakukan penyesuaian strategi penyaluran bantuan. Jika pada tahun sebelumnya komunitas ini menjangkau hingga 2.000 penerima dari kalangan kaum duafa, kali ini kuota penerima dipersempit menjadi 200 orang agar nilai nominal bantuan yang diberikan bisa lebih besar dan signifikan secara kualitas.
Prioritas penerima tahun ini sengaja diarahkan kepada profesi-profesi yang jarang mendapatkan apresiasi finansial tetap. Menurut Asrilia, banyak marbot dan guru ngaji yang hanya mengandalkan imbalan sukarela meski jam kerja mereka sangat tinggi selama bulan puasa.
“Kelompok ini jarang mendapat perhatian, padahal penghasilan mereka sangat terbatas bahkan ada yang hanya menerima imbalan secara sukarela,” ujarnya.
Melalui santunan ini, IPIP berharap para penerima dapat mengelola keuangan secara lebih baik di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri. Selain bantuan materi, forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempererat tali silaturahmi antara komunitas sosial dengan masyarakat lokal di Surabaya.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahun dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Langkah konstruktif ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak komunitas sosial di Jawa Timur untuk memberikan perhatian lebih kepada para pejuang di garis belakang masyarakat, seperti penggali kubur dan pengumpul sampah, yang tetap bekerja keras demi kenyamanan publik di masa libur panjang mendatang.
Setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp675 ribu. Nilai tersebut terdiri dari paket sembako Rp200 ribu, santunan tunai Rp200 ribu dari IPIP dan para donatur, zakat Rp200 ribu dari anggota IPIP Ning Titin, serta kupon makan dan minum senilai Rp75 ribu.
Program tersebut juga mendapat dukungan sejumlah mitra, antara lain PT. Dharma Lautan Utama, TRUFFINDO, ADILUHUNG, PT.SIIP, NRB, BHS, PT.BUNG PT.GLC, Jati Roso Catering, PT.FDP, Melodia, Bank Mandiri, Mi Bola Mas Mandiri, Melodia, BAS, Truefindo, serta Mie Bola Mas. [way/ian]






