Bondowoso (beritajatim.com) – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso pada Minggu (8/3/2026) pagi menyebabkan jembatan penghubung antar Dusun Klekean di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan dari masyarakat melalui media sosial WhatsApp sekitar pukul 07.00 WIB.
“Kami mendapatkan laporan bahwa terjadi peningkatan debit air sungai akibat hujan deras yang mengguyur sejak pagi. Derasnya aliran air menyebabkan jembatan penghubung antar dusun ambruk,” ujar Kristianto Minggu sore.
Menurutnya, jembatan yang ambruk memiliki panjang 10 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 7 meter. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur terkait langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.

“Tim kami langsung turun ke lapangan. Setelah dilakukan asesmen, langkah awal yang kami ambil adalah memasang safety line atau garis pengaman di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah masyarakat mendekati area berbahaya. Akses jembatan juga kami tutup total,” jelas Kristianto.
Dalam penanganan di lokasi, BPBD berkoordinasi dengan Satpol PP Kecamatan Botolinggo, Pemerintah Desa Klekean, serta Agen Bencana Jawa Timur. Masyarakat setempat juga turut serta membantu mengamankan lokasi.
Kristianto menambahkan, tidak ada kendala berarti dalam proses asesmen dan evakuasi awal. Hingga pukul 14.35 WIB, petugas Pusdalops BPBD telah menyelesaikan pendataan di lokasi kejadian.
“Situasi terkini pasca longsor terpantau aman dan kondusif. Cuaca di wilayah Kecamatan Botolinggo dan sekitarnya berawan. Kami akan segera melaporkan kejadian ini kepada pimpinan dan OPD terkait untuk rencana tindak lanjut perbaikan jembatan,” pungkasnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat intensitas hujan yang masih berpotensi terjadi di wilayah Bondowoso. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda potensi bencana di lingkungannya. (awi/but)






