Surabaya (beritajatim.com) – Dinamika era digital menjadi tantangan tersendiri bagi industri pemasaran di tengah derasnya arus digitalisasi. Perubahan perilaku konsumen yang semakin cepat, dominasi media sosial, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) menuntut pelaku industri untuk terus beradaptasi.
Salah satunya dilakukan oleh Increa. CEO Increa, Nanda Rizky Amelia, mengatakan agensi pemasaran yang berdiri sejak 2018 tersebut kini berkembang menjadi layanan pemasaran terintegrasi dengan dukungan tim profesional. Perusahaan ini berfokus membantu klien mencapai tujuan pemasaran dan branding secara efektif.
“Kami berupaya memberdayakan klien dengan alat, strategi, dan keunggulan eksekusi yang diperlukan untuk menavigasi lanskap pemasaran yang terus berkembang dan tetap unggul dalam persaingan. Misi kami adalah menjadi penghubung bagi klien, dengan mengintegrasikan layanan media, acara, aktivitas, dan pemasaran secara mulus untuk mendorong pertumbuhan bisnis mereka,” ujar Nanda, Jumat (6/3/2026) di Alana Hotel Surabaya.
Menurutnya, pendekatan tersebut didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap tren terbaru di industri pemasaran. Dengan demikian, agensi dapat menghadirkan solusi inovatif dan efektif yang mampu memberikan hasil nyata bagi bisnis klien.
Nanda menjelaskan, industri periklanan pada 2026 semakin didominasi digitalisasi, personalisasi berbasis AI, serta pendekatan yang lebih langsung antara brand dengan konsumennya.
“Tren industri periklanan sebenarnya sudah dimulai sejak AI booming. Sekarang semakin personal, dan 2026 menjadi momentum setiap brand untuk lebih engaged dengan customer loyal melalui brand activation yang mengikuti demand atau perilaku customer, baik loyal customer maupun new customer,” jelasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Increa terus memperbarui strategi pemasaran agar layanan yang diberikan mampu membantu brand mencapai target kinerja atau key performance indicator (KPI).
“Kami lebih mengutamakan service excellence. Setiap update marketing selalu kami selaraskan dengan tujuan KPI dari brand. Kami juga mengkurasi event-event atau brand activation yang sesuai dengan KPI brand dan target marketnya,” tambah Nanda.
Dalam kesempatan itu, Increa juga menggelar Iftar Media Gathering yang menjadi kegiatan silaturahmi pertama sejak hampir tujuh tahun perusahaan tersebut berdiri. Nanda berharap pertemuan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan media.
“Untuk pertama kalinya selama hampir tujuh tahun, kami mengadakan silaturahmi bersama teman-teman wartawan agar bisa berkolaborasi lebih baik lagi, terutama dengan media yang memiliki media activation yang bisa kami dukung,” ujarnya.
Sejak 2024, Increa tidak hanya beroperasi sebagai agensi di Indonesia, tetapi juga menjadi webtoon official agency untuk kawasan Asia Timur. Perusahaan ini juga berkolaborasi dengan sejumlah agensi yang menaungi idol K-pop serta artis di Korea, China, dan Thailand.
Ke depan, Increa berencana menghadirkan proyek besar yang berbeda dari agensi lainnya. Proyek tersebut direncanakan menjadi momentum spesial dalam perayaan delapan tahun berdirinya Increa pada 2027.
“Salah satu proyek besar kami adalah membuat sesuatu yang belum dimiliki agensi lain. Tujuannya menyenangkan semua pihak, mulai dari brand yang telah percaya kepada kami, teman-teman media yang berkolaborasi, hingga komunitas yang mendukung kami. Ini akan menjadi momentum menuju anniversary ke-8 Increa pada 2027,” tutup Nanda. (way/but)






