Surabaya (beritajatim.com) – Perusahaan penyedia layanan internet, Biznet, mematok target pertumbuhan pelanggan yang agresif sebesar 30 persen pada tahun 2026. Langkah ini didorong oleh strategi ekspansi jaringan yang masif, peningkatan kapasitas bandwidth tanpa kenaikan harga, serta penguatan infrastruktur kabel bawah laut yang menghubungkan berbagai pulau di Indonesia.
Senior Manager Territory East 2 Biznet, Andhika Martha, menegaskan komitmen perusahaan untuk melakukan pemerataan akses digital. Fokus pengembangan kini tidak lagi hanya terpaku pada kota-kota metropolitan, tetapi mulai merambah ke second city atau kota-kota sekunder.
“Kami memiliki komitmen untuk membangun jaringan tidak hanya di kota utama, tetapi juga di second city. Artinya, wilayah di luar pusat metropolitan menjadi fokus pengembangan Biznet ke depan,” ujar Andhika di Surabaya, Kamis (5/3/2026).
Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah pelanggan ritel dari posisi saat ini yang berada di angka 500.000 home pass di Surabaya.
Di sisi lain, posisi tawar Biznet di pasar internet nasional menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Brand Funnel Performance, tingkat kesadaran masyarakat (Total Awareness) terhadap Biznet telah mencapai 57 persen.
Regional Manager RO 09 Surabaya Biznet, Adil Perkasa, memaparkan bahwa hampir seluruh indikator pertumbuhan merek mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024. Indikator consideration naik menjadi 21 persen, sementara konsumen yang pernah menggunakan layanan (ever used) meningkat dari 12 persen menjadi 16 persen.
“Peningkatan signifikan terlihat pada Top of Mind yang kini mencapai 14 persen dari sebelumnya 9 persen. Ini menandakan Biznet semakin menjadi pilihan pertama yang terlintas di benak konsumen saat memikirkan layanan internet,” jelas Adil.
Menghadapi persaingan di tahun 2026, Biznet mengusung kampanye “Senang, Tenang, dan Menang”. Sebagai bentuk nyata dari kampanye tersebut, Biznet menaikkan kapasitas bandwidth sebesar 30 persen secara gratis. Paket terkecil yang sebelumnya 50 Mbps kini ditingkatkan menjadi 100 Mbps dengan harga tetap.
Di Surabaya, paket 100 Mbps dibanderol sekitar Rp 250.000 per bulan. Sedangkan untuk wilayah penyangga seperti Sidoarjo dan Gresik, tersedia harga khusus sekitar Rp 150.000 per bulan.
Untuk mendukung stabilitas koneksi, Biznet tengah memacu proyek Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2). Jaringan kabel bawah laut sepanjang 1.600 kilometer ini akan menghubungkan Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi.
“Kami terus melakukan pembangunan infrastruktur. Saat ini segmen yang berjalan meliputi wilayah Jawa Timur, Madura, hingga Bali. Jaringan ini nantinya menjangkau Kangean, Sumenep, hingga menembus Kalimantan,” tambah Andhika.
Proyek ini juga mencakup wilayah Sumatera dan daerah-daerah terpencil lainnya demi ambisi mengurangi kesenjangan teknologi (digital gap). Dengan infrastruktur yang kuat, Biznet optimistis masyarakat di luar Pulau Jawa dapat menikmati kualitas internet yang setara dengan di kota-kota besar.[rea]






